Wisuda XXII STKIP Tamsis Bima, Momentum Transformasi Menuju Universitas
Bima (NTBSatu) – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa (Tamsis) Bima menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Strata Satu (S1) XXII di Auditorium Sudirman, Sabtu, 26 September 2026.
Sebanyak 541 wisudawan dari enam program studi meraih gelar sarjana dalam prosesi yang turut menghadirkan pejabat daerah, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mitra perguruan tinggi, serta keluarga besar Kampus Merah.
Prosesi tersebut turut menghadirkan Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Bima, dr H Irfan Zubaidy, Dandim 1608/Bima, Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan.
Selanjutnya, Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, Kapolres Bima Kota, AKBP Mubiarto Banu Kristanto, Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari, serta Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil VI, Abdul Rauf.
Kegiatan wisuda juga menghadirkan orasi ilmiah Kepala SMAN 1 Kota Bima, Dr Dedy Rosady, MSc. Paduan suara dan sanggar seni kampus turut memeriahkan rangkaian acara.
Momentum tersebut sekaligus membawa kabar penting mengenai arah pengembangan STKIP Tamsis Bima. Kampus tersebut menargetkan perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi universitas pada 2027.
Menuju Universitas pada 2027
Ketua STKIP Tamsis Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si mengatakan, pihaknya telah memperoleh rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII untuk rencana transformasi tersebut.
“Kepala LLDikti sudah merekomendasikan Taman Siswa untuk berubah bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Mudah-mudahan di tahun 2027 kita akan berubah menjadi universitas,” ujarnya.
Kepala LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng. menyebut, empat aspek yang menjadi kekuatan STKIP Tamsis Bima, yakni akreditasi, sarana dan prasarana, kualitas dosen, serta jejaring.
Ia menyebut, perkembangan akreditasi kampus terus menunjukkan kemajuan. Fasilitas kampus juga menjadi salah satu yang terbaik pada wilayah NTB.
Dari sisi tenaga pengajar, sekitar 60 persen dosen telah menempuh pendidikan magister (S2), sementara 14 dosen telah meraih gelar doktor. “Akreditasi, sarpras, dosen, dan jejaring,” katanya,
Eratodi juga mengingatkan sivitas akademika agar memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan robotik, secara bijak. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, tetap harus berjalan bersama integritas akademik.
Selain pengembangan kelembagaan, Ibnu Khaldun menyoroti penguatan nilai keagamaan mahasiswa. Berdasarkan temuan internal selama empat tahun terakhir, lebih dari 40 persen mahasiswa baru masih kurang mampu membaca Al-Qur’an atau membaca dengan terbata-bata.
Kondisi tersebut mendorong STKIP Tamsis Bima menjalankan program penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Dalam tiga bulan terakhir, program khatam Al-Qur’an mulai masuk dalam berbagai kegiatan kampus, mulai sidang, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), hingga pembelajaran sehari-hari.
“Boleh ekonomi kita kurang, boleh memiliki keterbatasan, tapi pendidikan menjadi utama, menjadi penyemangat, menjadi penyembuh luka, menjadi obat perjuangan,” ujar Ibnu Khaldun.
Pesan untuk 541 Wisudawan
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, meminta para wisudawan tidak cepat puas setelah meraih gelar sarjana. Ia mendorong lulusan STKIP Tamsis Bima berani mengembangkan kemampuan hingga tingkat antarkabupaten, antarprovinsi, bahkan antarnegara.
“Saya berharap kepada seluruh wisudawan yang hari ini berbahagia, agar tidak merasa puas dengan apa yang menjadi ilmu yang didapatkan pada hari ini, tetapi harus memiliki mimpi yang lebih besar,” katanya.
“Saudara-saudara adalah the real mover yang siap berkompetisi di berbagai bidang,” ujarnya.
Umi Dinda juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga sikap serta menghargai jasa orangtua. “Jangan pernah melupakan orang tua dan orang-orang yang ikut mendoakan kita,” katanya.
Wakil Bupati Bima, dr H Irfan Zubaidy, turut meminta para lulusan mengambil peran dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan masyarakat.
“Bima, daerah kelahiran kalian, tempat kita hidup, menunggu kiprah-kiprah positif kalian untuk perbaikan masyarakat Bima menuju Bima yang bermartabat,” ujarnya.
STKIP Tamsis Bima juga mencatat kiprah alumni hingga Jepang dan Malaysia. Kampus tersebut rutin mengirim mahasiswa serta dosen untuk mengikuti pembelajaran luar daerah dan luar negeri sebagai bagian dari strategi pengembangan kampus.
Kepala LLDikti Wilayah VIII turut mendorong para lulusan segera berkiprah sebagai tenaga pendidik yang andal. Ia berharap para sarjana baru mampu membuktikan hasil perjuangan pendidikan kepada orangtua sekaligus mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (*)




