PemerintahanSumbawa

Sempat Kehilangan 20 Calon Siswa, Dinsos Sumbawa Akhirnya Lengkapi Kuota Sekolah Rakyat

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumbawa akhirnya melengkapi kuota calon siswa Sekolah Rakyat setelah sempat kehilangan sekitar 20 peserta.

Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), camat, dan kepala desa bergerak mencari calon siswa pengganti di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Drs. Iwan Sofian mengatakan, pemerintah pusat memberikan kuota 39 calon siswa untuk Kabupaten Sumbawa. Kuota tersebut terdiri dari 30 siswa jenjang SMA dan sembilan siswa jenjang SMP.

IKLAN

“Kuota Sumbawa untuk Sekolah Rakyat sebanyak 39 orang. Untuk SMA 30 orang dan SMP sembilan orang,” kata Iwan, Rabu, 23 September 2026.

Menurut Iwan, proses rekrutmen berlangsung cukup dinamis karena perubahan jadwal pelaksanaan. Awalnya, pemerintah menjadwalkan MPLS pada 28 Agustus 2026. Namun, pemerintah menggeser jadwal karena kesiapan sarana di lokasi Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Lombok Utara.

Pemerintah kemudian menjadwalkan MPLS pada 21 September 2026. Akan tetapi, kesiapan asrama kembali memengaruhi pelaksanaan program. Dari empat gedung asrama yang direncanakan, pengelola baru menyiapkan satu gedung. Kondisi tersebut membuat pemerintah kembali menyesuaikan jadwal.

IKLAN

“Kesiapan gedung menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jadwal. Karena rentang waktunya cukup panjang, banyak calon siswa yang kemudian memilih mundur,” ujarnya.

Menurut Iwan, perubahan jadwal tersebut membuat sekitar 20 calon siswa membatalkan keikutsertaan mereka dalam program Sekolah Rakyat.

Kerahkan Pendamping PKH

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Sosial langsung menggerakkan pendamping PKH di 24 kecamatan. Selain itu, Dinas Sosial juga melibatkan camat, kepala desa, dan kader sosial untuk menjangkau keluarga calon siswa.

Iwan mengatakan, Bupati Sumbawa menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk membantu proses pencarian calon siswa pengganti. Langkah tersebut bertujuan menjaga kuota Kabupaten Sumbawa tetap terpenuhi.

“Kami mencari kembali sekitar 20 calon siswa. Alhamdulillah para camat, kepala desa, kader, dan pendamping PKH bergerak bersama di lapangan,” katanya.

Tim Dinas Sosial juga mendatangi sejumlah wilayah secara langsung. Mereka menyisir desa-desa di Tarano, Lopok, hingga Moyo Utara untuk mencari calon siswa yang memenuhi syarat program.

Dalam proses tersebut, petugas tidak hanya menghadapi kendala jarak. Petugas juga harus meyakinkan keluarga yang masih ragu mengikutsertakan anak mereka dalam program Sekolah Rakyat.

“Ada anak yang ingin ikut, tetapi walinya belum setuju. Ada juga yang orang tuanya bekerja di luar negeri atau sudah berpisah sehingga keputusan berada di tangan wali,” ujarnya.

Kuota Kini Lengkap

Setelah melakukan penjangkauan secara intensif, Dinas Sosial akhirnya melengkapi kuota yang dibutuhkan. Bahkan, Dinas Sosial telah menyiapkan tiga calon siswa cadangan untuk mengantisipasi jika ada peserta yang kembali mengundurkan diri.

“Alhamdulillah kuota 30 siswa sudah lengkap. Kami juga sudah menyiapkan tiga cadangan,” kata Iwan.

Ia memastikan seluruh calon siswa yang lolos berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 sesuai kriteria pemerintah pusat.

Sementara itu, Dinas Sosial menjadwalkan pra-MPLS pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan informasi kepada orang tua dan calon siswa mengenai konsep Sekolah Rakyat sebelum proses pembelajaran dimulai.

Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum, Sentra Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka akan menjelaskan sistem pembelajaran serta mekanisme pelaksanaan Sekolah Rakyat kepada orang tua dan calon siswa.

“Besok pukul 09.00 Wita kami melaksanakan pra-MPLS. Kami akan bertemu dengan orang tua dan calon siswa untuk menjelaskan konsep Sekolah Rakyat serta proses pembelajarannya,” ujar Iwan.

Ia berharap seluruh calon siswa yang telah terdaftar dapat mengikuti program hingga selesai dan memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik melalui Sekolah Rakyat. (*)

Artikel Terkait