Kota MataramPemerintahan

Mataram Targetkan Program MBG “Zero Incident”

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat koordinasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan memastikan program berjalan aman, optimal, dan mencapai target zero incident atau nol insiden.

Zero incident berarti tidak ada kejadian yang mengganggu keamanan pangan, kesehatan penerima manfaat, maupun kelancaran program MBG.

Asisten I Setda Kota Mataram sekaligus Ketua Satgas MBG Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, pihaknya terus mengevaluasi pelaksanaan program. Satgas MBG juga memperkuat koordinasi bersama BGN dan para mitra pengelola dapur.

IKLAN

“Kita harus berada pada titik zero incident. Kualitas dari waktu ke waktu harus terus meningkat melalui penguatan koordinasi antara Satgas, Korwil BGN Kota Mataram, serta mitra dapur-dapur MBG agar pelaksanaan program ini lebih intensif dan menjawab cita-cita ideal yang diharapkan,” ujar Martawang, Senin, 21 September 2026.

BGN Perkuat Pengawasan MBG

Korwil BGN Kota Mataram, Isnan Purnama menyebut, 65 dapur MBG kini aktif melayani penerima manfaat. Seluruh dapur tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Total ada 68 dapur MBG. Sebanyak 65 sudah aktif dan seluruhnya sudah memiliki SLHS. Tiga lainnya masih dalam tahap persiapan operasional perdana dan bukan karena penutupan,” jelas Isnan.

IKLAN

BGN juga memperketat standar keamanan pangan. Setiap kemasan makanan MBG wajib mencantumkan batas waktu maksimal konsumsi sesuai instruksi Kepala BGN.

“Makanan tidak boleh dikonsumsi melewati batas waktu yang tercantum pada kemasan. Makanan juga tidak diperkenankan dibawa pulang,” tegas Isnan.

Selain pengawasan pangan, BGN terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Dinas Pendidikan Kota Mataram. Langkah ini bertujuan menjaga kelancaran program tanpa menambah beban tugas guru.

“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait dan Dinas Pendidikan. Prinsipnya, program harus berjalan baik tanpa memberikan beban tambahan kepada guru,” katanya.

BGN juga membuka saluran pengaduan bagi sekolah dan masyarakat melalui Call Center 127 serta akun Instagram resmi @mbgkotamataram.

“Terkait dinamika penerimaan MBG, BGN masih melakukan pendataan dan verifikasi silang. Kami pastikan seluruh mekanisme program berjalan sesuai regulasi,” pungkas Isnan. (*)

Artikel Terkait