Pendidikan

Peringati Hardiknas 2026, 1000 Guru Lombok Gelar “Teaching and Giving” di SDN 3 Batulayar

Mataram (NTBSatu) – Komunitas 1000 Guru Lombok, menggelar aksi peduli pendidikan di daerah pedalaman melalui kegiatan bertajuk “Teaching and Giving #6”. Kegiatan ini berlangsung di SDN 3 Batulayar Barat, Sabtu, 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Sebanyak 30 peserta mengikuti “Teaching and Giving #6” ini, terdiri dari relawan dan tim dari komunitas 1000 Guru Lombok. Rangkaian kegiatan mulai dari upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional, lalu pembelajaran dan edukasi siswa dalam kelas. Terakhir, berbagai lomba dan kegiatan bermain bersama siswa di lapangan sekolah.

Ketua 1000 Guru Lombok, Kurnia Wibisana mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menunjukan setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak hingga ke pelosok.

“Kegiatan ini menggabungkan pembelajaran di kelas dengan aktivitas interaktif, agar siswa lebih mudah memahami materi dan meningkatkan rasa percaya diri. Di saat yang sama, program ini juga menjadi ruang belajar bagi relawan untuk berbagi. Kuga pulang dengan pembelajaran baru mengenai kehidupan, empati, dan makna pendidikan itu sendiri.” jelas Wibisana kepada NTBSatu, Sabtu,2 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung dengan hangat dan meriah. Pihak sekolah serta warga sekitar sangat terbuka dengan kegiatan yang diselenggarakan, karena memberikan pengalaman baru pada siswa dan manfaat bagi fasilitas sekolah.

Salurkan Donasi

Salah satu fasilitas sekolah, yakni perpustakaan juga tidak luput dari pandangan. Komunitas 1000 Guru Lombok memberikan donasi buku baca tulis yang dapat menjadi bahan bacaan baru untuk siswa SDN 3 Batulayar Barat.

“Kami juga memberikan bantuan berupa alat tulis, buku bacaan, serta fasilitas pendukung lainnya untuk sekolah yang merupakan hasil dari open donasi dan pemberian sponsor. Terima kasih kepada para donatur, sponsor, dan media partner yang sudah membantu terselenggaranya kegiatan dan memberikan manfaat yang luas pada siswa dan sekolah,” ungkap Wibisana.

Ia berharap, ke depan masyarakat semakin peduli terhadap kondisi pendidikan di daerah. Serta, menyadari kontribusi sekecil apa pun dapat membawa perubahan.

“Semoga langkah kecil yang kami lakukan ini bisa terus tumbuh serta membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak di sekolah pedalaman,” tutupnya. (Nadya)

Artikel Terkait

Back to top button