Kebakaran Sade Hanguskan 150 Bangunan, Polisi Selidiki Sumber Api
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Sebanyak 150 bangunan dilaporkan hangus terbakar, termasuk 89 Rumah Adat Sade.
Besarnya kebakaran membuat api cepat menjalar di tengah permukiman yang penuh dengan bangunan beratap ilalang dan berpagar bambu. Polisi saat ini masih menyelidiki sumber api yang memicu kebakaran.
Kasi Humas Polresta Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan, warga pertama kali mengetahui kebakaran itu sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah warga melihat kepulan asap dari bagian tengah permukiman.
“Berawal dari kepulan asap. Di bagian tengah pemukiman, di menara. Api kemudian terus menjalar dan menyebar. Semakin cepat karena rumah di sana terbuat dari ilalang dan berpagar bambu,” kata Brata kepada NTBSatu, Minggu, 23 Agustus 2026.
Api baru berhasil padam sekitar pukul 03.30 Wita. Petugas gabungan berjibaku selama berjam-jam untuk mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain.
“Total bangunan yang habis itu 150. 89 di antaranya rumah adat,” jelas Kasi Humas.
Meski kerusakan bangunan sangat parah, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, jumlah kepala keluarga yang terdampak masih dalam pendataan. Warga yang terdampak kebakaran sementara dikumpulkan di Kantor Desa Rembitan.
“Untuk berapa jumlah KK (kepala keluarga) yang terdampak masih kami data. Pagi ini warga dikumpulkan di Kantor Desa Rembitan,” ujarnya.
Polisi juga belum dapat memastikan total kerugian materi akibat kebakaran tersebut.
Api Cepat Menjalar
Kobaran api dengan cepat menghanguskan permukiman karena sebagian besar bangunan di kawasan adat Sade menggunakan material yang mudah terbakar.
Selain atap ilalang dan pagar bambu, angin kencang turut mempercepat penyebaran api dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata NTB, Mawardi mengatakan, proses pemadaman menghadapi kendala karena permukiman adat Sade berada di kawasan yang padat.
“Kesulitan juga masuk tim pemadam kebakaran ke tengah. Karena ini kan padat penduduknya. Harus menyisir dulu dari pinggir-pinggir dulu ini,” jelas Mawardi.
Penanganan akhirnya dilakukan secara bertahap dari sisi luar menuju bagian tengah permukiman.
Kobaran api bahkan sempat mengancam bangunan di seberang jalan raya, termasuk kawasan di sekitar gerai Alfamart. Bagian atas masjid setempat juga sempat terdampak kobaran api.
Mawardi mengatakan, kondisi bangunan di kawasan permukiman adat Sade mengalami kerusakan sangat parah.
“Untuk rumah tidak ada yang tersisa. Kalau jumlahnya ada ratusan sih rumahnya ini. Yang jelas lebih dari 100 rumah yang terbakar ini,” terangnya.
Kerahkan Damkar Lintas Wilayah
Besarnya kebakaran membuat pemadaman melibatkan armada pemadam kebakaran dari sejumlah daerah.
Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari Lombok Tengah. Bantuan armada juga datang dari Lombok Barat dan Kota Mataram.
Petugas gabungan memfokuskan pemadaman pada titik-titik api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke kawasan lain.
“Unit mobil pemadam kebakaran dari Lombok Tengah ada lima. Memudian ada dari Lombok Barat juga diperbantukan, sama Kota Mataram juga ada diperbantukan,” jelas Mawardi. (*)




