Pemerintahan

Prabowo: Indonesia Tetap Aman di Tengah Krisis BBM Global

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia masih dalam kondisi aman. Meski, dunia tengah dilanda krisis energi akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan.

Ia menyebut, stok BBM Indonesia relatif lebih kuat dari sejumlah negara lain. Pernyataan itu Prabowo sampaikan saat memberikan sambutan di SMAN 1 Cilacap, Desa Danon, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 28 April 2026.

Dalam pidatonya, ia menyinggung situasi global yang diwarnai perang di sejumlah wilayah seperti Ukraina, Gaza, dan Iran. “Di tengah krisis dunia yang luar biasa sekarang, terjadi perang di mana-mana. Ukraina, Gaza, Iran, di mana-mana perang,” ujar Prabowo, mengutip siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Ia menambahkan, Indonesia patut bersyukur karena kondisi dalam negeri tetap stabil dan damai. Menurutnya, di saat banyak negara mulai mengalami kepanikan akibat krisis energi, Indonesia masih mampu menjaga ketersediaan BBM.

“Kita soal BBM masih terkendali, kita masih relatif aman, kita masih kuat. Cadangan kita cukup baik,” lanjutnya.

Optimis Wujudkan Swasembada Energi Nasional

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada energi nasional. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, seiring kerja keras para menteri di kabinetnya.

“Saya perkirakan dan perjuangkan, menteri-menteri saya sedang bekerja keras dalam tiga tahun ke depan Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi,” ujarnya.

Prabowo juga meyakini, dalam periode tersebut Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam domestik yang tenaga kerja nasional olah.

“Kita berjuang tiga tahun yang akan datang kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya dari bumi dan laut Indonesia, dikerjakan oleh putra-putri Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya juga memastikan, pasokan BBM domestik berada di atas standar minimum nasional. Hal itu ia sampaikan usai melaporkan kondisi energi nasional kepada Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Dalam keterangannya, Bahlil menyebut, kualitas BBM baik solar maupun bensin berada dalam kondisi baik dan pasokan tetap stabil. Termasuk sejak meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Dari semua aspek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional. Sudah hampir dua bulan sejak dinamika geopolitik di Timur Tengah, termasuk Selat Hormuz, pasokan kita masih stabil,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Selasa, 28 April 2026. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button