Pemkab Sumbawa Butuh Anggaran Rp7 Miliar untuk Revitalisasi Drainase Kota
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan anggaran cukup besar untuk merevitalisasi sistem drainase di kawasan perkotaan. Perbaikan ini penting untuk mengatasi genangan air yang kerap muncul saat hujan turun.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan, pemerintah daerah rutin menangani drainase di dalam kota. Namun, ia menegaskan kewenangan pengelolaan drainase terbagi dalam beberapa level pemerintahan.
“Jadi untuk drainase ini ada tiga kewenangan, untuk jalan kabupaten menjadi tanggung jawab Pemkab, jalan nasional oleh balai jalan, dan jalan provinsi oleh balai jalan provinsi,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 29 April 2026.
Ia menyebutkan, curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut memicu genangan, terutama telah memasuki triwulan kedua tahun 2026.
Terkait rencana revitalisasi, Suharmaji mengungkapkan, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan desain penanganan. Revitalisasi akan memfokuskan pengaktifan kembali jaringan drainase di sejumlah titik, seperti Kokar Dano, Kampung Jawa, dan SMKK.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga merencanakan pembangunan saluran besar menggunakan sistem U-Ditch dari samping Kantor Bupati menuju jaringan drainase di depan SMA Negeri 1 Sumbawa.
“Desainnya sudah ada. Kita akan fungsikan jaringan di beberapa titik itu dan membangun saluran besar U-Ditch,” jelasnya.
Suharmaji memperkirakan, kebutuhan anggaran mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar untuk merealisasikan program tersebut. “Karena menggunakan U-Ditch dan konstruksi lainnya, kira-kira 6-7 miliar ya anggarannya cukup besar,” katanya.
Sambil menunggu pelaksanaan revitalisasi, Pemkab Sumbawa akan melakukan langkah jangka pendek berupa pengerukan sedimentasi di sejumlah saluran yang menjadi titik genangan. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Jalan Bungur, Taman Sabalong, yang mengalami penumpukan sedimen cukup tinggi.
“Langkah awalnya nanti kita akan lakukan pengerukan, di beberapa titik yang mengalami sedimentasi agar aliran air kembali lancar,” katanya. (*)



