Kota Mataram

Sidak Diam-diam, Disdag Ungkap Akar Masalah Rendahnya PAD Pasar Mataram

Mataram (NTBSatu) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, tengah melakukan evaluasi mendalam terkait capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar.

Berdasarkan data per 30 Maret 2026, realisasi retribusi baru mencapai 17 persen dari target tahunan sebesar Rp8,25 miliar. Angka ini dinilai masih di bawah target ideal triwulan pertama yang seharusnya menyentuh 20 hingga 25 persen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Irwan Harimansyah mengungkapkan, rendahnya capaian ini tidak hanya karena faktor eksternal. Misalnya, musim hujan dan perubahan pola belanja masyarakat, tetapi juga adanya persoalan di internal pemungutan.

“Kita harus benahi ke dalam, karena kebocorannya banyak di dalam. Saya sering ke lapangan, sering sidak, bahkan menyamar. Jadi saya tahu bocornya itu di dalam,” ujar Irwan Harimansyah, Rabu, 29 April 2026.

Investigasi Lapangan dan Pengawasan Ketat

Pengakuan mengenai “kebocoran” tersebut, berdasarkan temuan langsung Irwan saat melakukan pengawasan secara tertutup di 19 pasar yang ada di bawah naungan Dinas Perdagangan.

Menurutnya, transparansi dan integritas petugas di lapangan menjadi kunci utama. Agar, target Rp7,5 miliar yang naik menjadi Rp8,25 miliar tersebut dapat terealisasi.

Selain masalah internal, Irwan juga mengidentifikasi beberapa tantangan lain yang membuat target terasa berat, di antaranya, persaingan digital dan infrastruktur. Misalnya, pedagang konveksi di pasar tradisional mulai berkurang akibat kalah bersaing dengan sistem belanja daring (online).

Dan fasilitas permanen di pasar tertentu, seperti Pasar Mandalika, kurang pedagang minati karena tidak sesuai dengan budaya berjualan lesehan. Selain itu, Irwan menambahkan, faktor Musiman seperti kondisi cuaca (musim hujan) serta periode puasa dan Haji yang memengaruhi intensitas pedagang di pasar.

Optimisme di Sisa Tahun

Meski realisasi saat ini masih terhambat, Irwan tetap mematok target optimis hingga akhir tahun anggaran. Ia berkomitmen untuk terus membenahi manajemen internal, guna menutup celah-celah kebocoran yang ada.

“Saya harus optimis, minimal 80 persen ke atas kita bisa capai, meskipun target kita dinaikkan sebesar 750 juta dari tahun lalu,” pungkasnya.

Saat ini, fokus utama Dinas Perdagangan Kota Mataram tertuju pada optimalisasi empat pasar besar sebagai penyumbang utama, yakni Pasar Mandalika, Kebon Roek, Pagesangan, dan Sayang-Sayang. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button