Stok Hewan Kurban Jelang Iduladha di NTB Dipastikan Aman, Kenaikan Harga Masih Terkendali
Mataram (NTBSatu) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman dan mencukupi. Baik untuk kebutuhan internal maupun distribusi ke luar daerah.
Demikian Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhamad Riadi ungkapkan dalam Program Podcast NTBSatu Selasa, 28 April 2026. Riadi menjelaskan, pihaknya melakukan perhitungan stok secara sistematis.
Dari perhitungan tersebut, pemerintah menetapkan kuota distribusi sapi yang keluar daerah sekitar 52 ribu ekor. “Stok dalam daerah aman. NTB ini daerah produsen, jadi selama permintaan ada, pada dasarnya bisa kita penuhi,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan lokal, NTB juga menjadi salah satu pemasok utama hewan kurban ke berbagai daerah. Dengan pasar terbesar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), lalu Kalimantan, Lampung, hingga Aceh.
Harga Naik tapi Masih Normal
Selain itu, Riadi mengakui, kenaikan harga hewan kurban menjelang Iduladha sebagai fenomena tahunan. Hal ini akibat tingginya permintaan dalam waktu singkat, sementara ketersediaan tetap terbatas.
Meski demikian, pemerintah memastikan kenaikan harga masih dalam batas normal dan tidak terjadi lonjakan yang berlebihan. “Kenaikan itu wajar karena hukum pasar. Permintaan tinggi, harga naik. Tetapi tidak boleh ada lonjakan ekstrem,” kata Riadi.
Ia menambahkan, momen ini justru menjadi kesempatan bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan. Dari sisi harga, sapi asal NTB dinilai lebih kompetitif dibanding sapi eksotis dari daerah lain seperti limosin atau simental.
Dengan kisaran harga sekitar Rp25 juta, masyarakat sudah bisa berkurban sapi dari NTB. Sementara itu, sapi eksotis harganya bisa mencapai Rp40–50 juta.
Sistem Harga di Lapangan
Riadi juga menyinggung, praktik jual beli ternak di lapangan yang masih menggunakan sistem taksiran atau “jogrokan”. Bukan berdasarkan berat timbangan per kilogram.
Meski dinilai kurang ideal, sistem ini masih umum digunakan selama ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. “Selama kedua belah pihak sama-sama ikhlas, transaksi tetap sah. Tetapi ke depan memang lebih adil jika menggunakan sistem timbang,” jelasnya.
Tips Memilih Hewan Kurban yang Layak
Dalam kesempatan podcast yang dipandu Wartawan NTBSatu, Atim Laili, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB mengimbau masyarakat yang ingin berkurban agar lebih cermat dalam memilih hewan. Agar sesuai dengan syariat dan aman untuk konsumsi.
Beberapa ciri hewan kurban yang layak menjadi kurban antara lain:
- Sehat secara fisik: tidak lesu, tidak keluar cairan abnormal, dan tidak menunjukkan tanda penyakit;
- Tidak cacat: tidak pincang, tidak buta, tidak memiliki luka atau cacat fisik;
- Memenuhi syarat umur sesuai ketentuan agama;
- Aktif dan lincah, menandakan kondisi tubuh prima.
Selain itu, penting memastikan hewan telah diperiksa oleh petugas kesehatan, terutama untuk mencegah penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi perhatian. (Caca)



