Progres Mandek, Wabup Ansori Desak Persoalan Lahan Koperasi Merah Putih Segera Tuntas
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori mendesak percepatan penyelesaian persoalan lahan pembangunan 165 gerai Koperasi Merah Putih, yang hingga April 2026 ia nilai masih berjalan lambat dan belum sesuai target.
Wabup Ansori mengakui, capaian pembangunan masih jauh dari harapan. Dari rencana total 165 titik, baru dua lokasi yang rampung 100 persen, yakni di Desa Pukat dan Labuhan Bajo, Kecamatan Utan.
Sementara itu, sebagian besar lainnya masih berkutat pada tahapan pembangunan hingga persoalan lahan. “Kalau melihat data yang ada, progresnya memang masih rendah. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” ujar Wabup Ansori, Senin, 27 April 2026.
Ia menegaskan, keberadaan Koperasi Merah Putih merupakan program strategis untuk memperkuat ekonomi desa, sehingga tidak boleh terhambat oleh persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.
“KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) ini bukan sekadar bangunan, tetapi instrumen ekonomi masyarakat. Karena itu, percepatannya harus betul-betul dikawal,” tegasnya.
Wabup Ansori secara khusus menyoroti persoalan lahan yang hingga kini masih menjadi kendala utama. Tercatat, puluhan titik belum memiliki lahan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian status kepemilikan.
“Jangan sampai setelah dibangun, justru muncul masalah hukum. Lahan harus clear and clean sejak awal,” katanya.
Minta Kelurahan dan Desa Lebih Proaktif
Ia mengingatkan agar pemerintah desa dan kelurahan lebih proaktif dalam memastikan legalitas lahan sebelum pembangunan, guna menghindari potensi sengketa di kemudian hari.
“Kepala desa dan lurah harus turun langsung, jangan hanya menunggu. Pastikan semua proses berjalan, termasuk administrasi lahannya,” tegasnya.
Selain itu, Wabup Ansori juga meminta agar pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh hambatan bisa segera terurai. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga perangkat daerah terkait.
“Ini kerja bersama. Kalau tidak ada sinergi, target ini akan sulit tercapai,” ujarnya.
Ia juga menekankan, percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih harus menjadi prioritas, mengingat dampaknya yang langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak ingin program ini berlarut-larut. Tujuannya jelas, untuk masyarakat. Jadi harus dipercepat,” tambahnya. (Marwah)



