Pendidikan

Seminar IKA Undiksha NTB: Hadapi Disrupsi AI, Rektor Undiksha Tekankan Pentingnya Penguatan Tata Kelola Pendidikan

Mataram (NTBSatu) – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), dunia pendidikan tidak lagi cukup hanya berinovasi dalam metode pembelajaran. Penguatan tata kelola pendidikan justru menjadi fondasi utama agar institusi mampu beradaptasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Demikian ditegaskan Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan dalam Seminar Pendidikan Nasional yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undiksha wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu, 25 April 2026.

Prof. Lasmawan yang hadir bersama para wakil rektor menyebutkan, dunia pendidikan tinggi harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap pendidikan akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi tidak hanya menyentuh aspek pembelajaran, tetapi juga sistem tata kelola dan penguatan kompetensi lulusan.

Ia menekankan alumni memiliki peran strategis dalam mendukung proses adaptasi tersebut. Alumni dinilai dapat menjadi penghubung antara kebutuhan dunia kerja dengan kebijakan akademik di kampus.

“Peran alumni sangat krusial dalam memberikan umpan balik terhadap relevansi kurikulum serta kebutuhan kompetensi di lapangan. Ini penting agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing di era yang semakin terdigitalisasi,” ujarnya.

Selain itu, Rektor asal Kabupaten Bangli, Bali ini juga menyebutkan, kolaborasi antara kampus dan alumni dapat mempercepat inovasi. Termasuk, dalam pengembangan program berbasis teknologi dan kewirausahaan.

Ia mendorong alumni untuk terlibat aktif dalam berbagai program akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.

Dorong Pemanfaatan AI secara Bijak dan Strategis

Seminar ini juga menghadirkan Wakil Rektor Undiksha Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya bertajuk “Transformasi, Tantangan, dan Peluang AI dalam Dunia Pendidikan”, ia menguraikan bagaimana kecerdasan buatan telah mengubah cara belajar, mengajar, serta pengelolaan institusi pendidikan.

Ia menjelaskan, AI membuka peluang besar dalam personalisasi pembelajaran, analisis data pendidikan, hingga efisiensi tata kelola kampus. Namun demikian, terdapat pula tantangan yang harus diantisipasi, seperti kesiapan sumber daya manusia, etika penggunaan teknologi, serta kesenjangan akses digital.

“Perguruan tinggi harus mampu memanfaatkan AI secara bijak dan strategis. Tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif,” jelasnya.

Ketua Umum IKA Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel dalam kesempatan yang sama menyampaikan, seminar ini menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan di era disrupsi. Ia menegaskan komitmen IKA untuk memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan institusi. (r)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button