Fenomena Kabut Tebal di Bandara Lombok, BMKG Minta Warga Waspada
Mataram (NTBSatu) – Fenomena kabut tebal menyelimuti sepanjang ruas jalan bypass hingga area Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok Tengah, pada Jumat pagi, 24 April 2026.
Kondisi ini menyebabkan kondisi jarak pandang pengendara hingga aktivitas di sekitar jalan bypass dan bandara menjadi terbatas.
Forecaster on duty BMKG Stasiun Meteorologi ZAM, Nur Siti Zulaichah, S.Tr., membenarkan fenomena adanya kabut tebal di wilayah Bandara Lombok dan sekitarnya.
“Terpantau terjadi kabut tebal pada pagi hari ini, khususnya juga di wilayah Bandara ZAM. Hal ini terjadi karena adanya kelembaban yang cukup tinggi di berbagai lapisan atmosfer,” katanya kepada NTBSatu, Jumat, 24 April 2026.
BMKG menjelaskan, kabut tebal ini murni karena fenomena alam. Bukan karena aktivitas pembakaran sampah atau jerami oleh warga.
Berdasarkan hasil analisis data atmosfer, kelembaban udara cukup tinggi berada di lapisan 850 hingga 500 hPa, yakni berkisar antara 60 hingga 90 persen.
Kondisi ketebalan kabut juga diperkuat dengan suhu udara dingin di permukaan bumi. Dengan kombinasi kelembaban tinggi dan suhu rendah, memicu terbentuknya partikel air yang melayang di udara permukaan sehingga membentuk kabut pekat.
Fenomena ini umumnya muncul pada dini hari hingga pagi hari. Namun seiring dengan terbitnya matahari dan meningkatnya suhu permukaan, kabut akan berlangsung menipis dan hilang.
Imbauan Keselamatan
BMKG juga menegaskan, jika periode April hingga Agustus akan menjadi waktu saat wilayah ini lebih sering mengalami kabut tebal pada pagi hari. Keadaan ini juga berkaitan dengan transisi musim, yang memengaruhi pola suhu hingga kelembaban di wilayah Lombok Tengah.
Dengan jarak pandang yang cukup rendah, BMKG meminta masyarakat yang hendak melalui jalur-jalur rawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau bagi masyarakat yang mengendarai kendaraan diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati. Terutama, saat melewati jalur-jalur yang cukup rawan seperti jalan bypass dan area perbukitan,” tambahnya.
Hingga pukul 08.00 Wita, kondisi cuaca di area sekitar bandara dan jalan bypass, dilaporkan sudah mulai membaik seiring dengan meningkatnya intensitas cahaya matahari.
Meski begitu, BMKG meminta para pengguna jalan agar selalu menjaga jarak aman antar kendaraan. Dengan tujuan, untuk menghindari potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang yang terbatas. (Inda)



