Terseret Ombak saat Sunset, Mahasiswa Undikma Nyaris Tenggelam di Pantai Kerandangan
Lombok Barat (NTBSatu) – Momen menikmati senja alias sunset di Pantai Kerandangan 2, Senggigi, berubah menjadi kepanikan. Hal ini setelah seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram, terseret ombak saat berenang bersama teman-temannya, pada Kamis sore, 23 April 2026.
Insiden ini terjadi saat rombongan mahasiswa yang berjumlah sekitar 10 orang datang ke Pantai Kerandangan 2 sekitar pukul 17.30 Wita, untuk menikmati panorama matahari terbenam. Namun, suasana santai itu mendadak berubah tegang ketika enam orang dari rombongan memutuskan turun ke laut.
Korban berinisial AA (19), mahasiswa asal Lombok Timur, menjadi salah satu yang berenang di perairan tersebut. Sekitar pukul 17.45 Wita, gelombang tinggi tiba-tiba datang dan menyeret tubuh korban ke arah tengah laut.
Arus yang kuat membuat AA tidak mampu kembali ke tepian. Rekan-rekannya yang panik langsung berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
Dua warga setempat, AK dan M yang berada di lokasi langsung bertindak cepat. Tanpa ragu, keduanya menerjang ombak untuk menyelamatkan korban yang hampir tenggelam.
Berkat aksi cepat dan keberanian mereka, AA berhasil ditarik kembali ke tepi pantai dalam kondisi lemas. Polsek Batulayar yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
“Benar pada Kamis sekitar pukul 18.10 Wira, piket SPKT Polsek Batulayar menerima laporan terkait adanya warga yang terseret ombak. Ka SPKT III, Aiptu I Ketut Yuniartha bersama anggota segera menuju TKP untuk melakukan evakuasi dan pengumpulan informasi,” ujar Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda dalam keterangan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Kondisi Korban Stabil
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Meninting untuk mendapatkan penanganan medis. Di Puskesmas Meninting, korban mendapatkan perawatan intensif akibat kondisi syok dan kelelahan.
Berdasarkan laporan terakhir, kondisi AA mulai stabil dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Kondisi korban saat ini terpantau sudah lebih membaik dan stabil. Pihak keluarga sudah mendampingi di Puskesmas Meninting,” jelas AKP I Putu Krisna Varananda.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi wisatawan untuk lebih waspada saat beraktivitas di pantai. Terutama, menjelang sore hari ketika kondisi ombak cenderung berubah cepat.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi keberanian warga yang sigap memberikan pertolongan pertama, sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan. Polsek Batulayar mengimbau masyarakat untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (Zani)



