Pendidikan

Saingi Ribuan Profesor Dunia, Mahasiswi Anjani Terpilih Presentasikan Hasil Risetnya di Oxford

Mataram (NTBSatu) – Mahasiswi asal Anjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Fatimatuzzahro’ Sholehuddin mencatat prestasi internasional dengan tampil mempresentasikan hasil risetnya di University of Oxford, Inggris.

Ia berhasil lolos seleksi ketat dan tampil sebagai pemakalah dalam forum bergengsi 76th Political Studies Association (PSA) Annual International Conference , yang berlangsung pada 30 Maret hingga 1 April 2026.

Dalam forum tersebut, Fatimatuzzahro’ mempresentasikan riset berjudul “ Determinants of Indonesian Women’s Interest in Political Participation: An Extended Theory of Planned Behavior Approach ”. Penelitian tersebut mengkaji faktor yang memengaruhi minat perempuan Indonesia dalam berpartisipasi pada dunia politik.

Penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 304 responden dari Indonesia. Ia mengumpulkan data secara selektif, melalui formulir daring dan memastikan responden memiliki ketertarikan terhadap isu politik sebelum melanjutkan pengisian.

Hasil penelitian menunjukkan, dukungan sosial menjadi faktor paling kuat yang mendorong perempuan untuk terlibat dalam politik. Ia menambahkan, penerimaan lingkungan, dorongan keluarga serta status sosial ikut memperkuat kepercayaan diri perempuan untuk terjun ke dunia politik.

Fatimatuzzahro’ saat ini menempuh studi Magister semester akhir pada National Chung Hsing University , Taiwan, dengan fokus Hukum Internasional dan Politik Internasional. Ia merupakan, putri kelima dari TGH. Sholehuddin.

Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Aikmel, lalu melanjutkan studi S1 Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Malang. Ia juga sempat mengikuti program studi singkat di Beijing dan Guangxi Normal University , China.

“Minder” Bersaing dengan Profesor Dunia

Proses seleksi menuju forum internasional tersebut berlangsung panjang dan ketat. Ia menyampaikan, tahapan seleksi berlangsung hampir satu tahun sejak pengajuan awal hingga keberangkatan.

Seleksi melibatkan penilaian akademik, telaah paper oleh panelis internasional, serta revisi berlapis melalui mekanisme peer-review jurnal. Pengumuman hasil seleksi muncul pada 18 November 2025.

Ia menegaskan, peserta yang mendaftar mencapai ribuan orang dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, mayoritas peserta berasal dari kalangan profesor dan doktor. Ia menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia, sekaligus peserta dengan latar belakang S2 yang tergolong minoritas.

“Dari seluruh dunia ada ribuan yang mendaftar, kurang lebih ada 8.000 orang. 143 Profesor dunia berhasil lolos, ada doktor sekitar 578 orang, dan yang master 158 orang. Jadi saya minoritas, dan ini jadi tekanan berat,” ungkapnya kepada NTBSatu pada Jumat, 17 April 2026.

Selama konferensi, ia menghadapi berbagai tantangan, terutama perbedaan aksen bahasa Inggris serta tekanan akademik dari peserta lain yang mayoritas Profesor dan Doktor.

Meski sempat merasa rendah diri karena bersaing dengan Profesor dan Doktor dunia, ia tetap mampu menyampaikan argumen secara kritis dan menjawab berbagai pertanyaan dari panelis serta peserta.

“Setiap ngobrol sama peserta lain, mereka semua Profesor dan Doktor dengan penelitian sebelumnya bagus banget, jujur minder banget. Mereka rata-rata S3, yang kuliah sambil bekerja. Sedangkan saya ini masih anak kecil, dari situ mikir enggak ada yang bisa dibanggakan,” ucapnya.

Selain pengalaman akademik, ia juga memperoleh manfaat besar berupa jaringan internasional. Ia berkesempatan berinteraksi langsung dengan para profesor dunia dan membuka peluang melanjutkan studi lanjutan.

Ia menyampaikan pesan kepada generasi muda NTB agar tidak takut menghadapi keterbatasan, terutama dalam hal bahasa.

“Sebenarnya keterbatasannya memang bahasa, karena saya juga merasakan sebelum daftar beasiswa. Tetapi, jangan takut gagal, terobos saja. Kalau takut gagal tidak akan jalan, tidak akan sampai targetnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, pentingnya semangat belajar mandiri dan keberanian mencoba sebagai kunci meraih kesempatan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button