Belasan Ribu Sapi dari NTB Dikirim ke Jawa Jelang Iduladha 2026
Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 18 ribu sapi dari Provinsi NTB mulai dikirim ke wilayah Jabodetabek, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha 2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, Muhammad Riadi menyampaikan, berdasarkan data terbaru, sejak pergerakan pengiriman mulai 1 Maret 2026 hingga saat ini, tercatat sebanyak 18.315 ekor ternak telah mengantongi rekomendasi dan Sertifikat Veteriner (S.V).
“Dari jumal itu, yang sudah keluar melalui Pototano sebanyak 12.409. Masih ada 5.906 ekor yang belum keluar dari Pulau Sumbawa dan menunggu giliran pengiriman,” katanya, Senin, 13 April 2026.
Ia menjelaskan, ternak yang telah mengantongi rekomendasi dan SV secara administratif telah siap diberangkatkan. Namun pengirimannya tetap dilakukan secara bertahap, untuk menyesuaikan dengan kapasitas angkutan kapal dan kondisi pelabuhan.
Di sisi lain, terdapat sekitar 4.000 permohonan surat rekomendasi yang belum diproses. Langkah ini diambil sebagai strategi pengendalian, agar tidak terjadi penumpukan ternak di pelabuhan.
“Kami hold (tahan, red) dulu itu. Karena kalau kami terbitkan izin lagi nanti akan terjadi penumpukan. Ini satu-satunya cara untuk mengendalikan situasi,” tegasnya.
Pada awalnya, pelaku usaha memperkirakan sekitar 30.000 ekor ternak akan dikirim dari NTB ke Jabodetabek. Namun dalam perkembangan terakhir, estimasi pengiriman dari Kabupaten Sumbawa mengalami penyesuaian dari 9.000 ekor menjadi 7.000 ekor.
“Dari rencana pengiriman 7.000 ekor dari Kabupaten Sumbawa ini, sampai saat ini sekitar 760 ekor yang terbit rekom dan SV nya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, estimasi awal menunjukkan sekitar 21.000 ekor ternak dari NTB akan dikirim ke luar daerah khusus untuk kebutuhan kurban. Hanya saja saat ini kondisi di Pelabuhan Gili Mas, Lembar menunjukkan aktivitas tinggi.
“Di mana 40 truk tronton masih menunggu proses loading (menunggu, red), bagian dari total 12.409 ekor yang sudah bergerak,” katanya.
Kendala Distribusi
Meski pengiriman berjalan relatif lancar, Disnakkeswan NTB mengakui, adanya kendala yang sempat mengganggu ritme distribusi. Dua kapal pengangkut ternak, yakni Mutiara Perindo dan Trimas Laila, tiba-tiba menjalani docking untuk perawatan mesin.
Padahal sebelumnya telah disepakati dalam rapat bersama Pemerintah Pusat dan stakeholder, jadwal docking kapal akan ditunda hingga proses pengangkutan ternak kurban selesai. “Kami sudah atur berdasarkan kapasitas kapal. Tetapi tiba-tiba ada dua kapal docking, sementara rekomendasi dan izin sudah kami terbitkan,” ujarnya.
Akibatnya, kapasitas angkut berkurang signifikan. Kapal Trimas Laila memiliki kapasitas 15 tronton, sementara Mutiara Perindo 20 tronton. Total kapasitas yang hilang mencapai 35 tronton, sehingga saat ini ada 40 tronton pengangkut Sapi hewan kurban yang menunggu loading di Pelabuhan Gili Mas.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Disnakkeswan NTB mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pengiriman ternak dari Pulau Sumbawa, khususnya dari wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa.
“Jangan ada yang keluar dari Pulau Sumbawa dulu. Kita tahan sementara sampai kondisi di pelabuhan kembali normal,” tegas Riadi.
Pengiriman direncanakan kembali dibuka pada Kamis, 16 April, dengan asumsi ternak yang saat ini menunggu untuk muat di Pelabuhan Gili Mas telah terangkut seluruhnya. “Kita atur ritmenya. Yang sudah di pelabuhan diberangkatkan dulu, baru yang dari Bima dan Dompu bergerak. Ini untuk menghindari penumpukan,” tambahnya.
Kendati demikian, Riadi memastikan kondisi di lapangan tetap kondusif. Tidak ada gelombang protes dari pelaku usaha maupun peternak. Hal ini tidak lepas dari komunikasi intensif yang telah dibangun pemerintah sejak dua bulan sebelum Ramadan.
Pemerintah juga memastikan pelayanan terhadap ternak tetap optimal, termasuk penyediaan air bersih dan air minum bagi ternak yang menunggu di pelabuhan.
Kelancaran distribusi hewan kurban tahun 2026 didukung penuh oleh Satgas Lalu Lintas Ternak Kurban 2026 yang dibentuk oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Satgas ini berhasil mencegah antrean panjang truk pengangkut sapi di pelabuhan. (*)



