Pendidikan

Jabat Kadis Dikpora NTB, Syamsul Hadi Fokus Benahi Pendidikan dan Olahraga

Mataram (NTBSatu) – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi yang baru dilantik pada Kamis, 9 April 2026, menegaskan komitmennya untuk membenahi sektor pendidikan serta mendorong prestasi pemuda dan olahraga di daerah.

Baru sehari menjabat, Syamsul mulai memetakan berbagai persoalan strategis, terutama tingginya angka anak putus sekolah yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di NTB.

“Langkah awal kami adalah mengidentifikasi persoalan. Salah satu yang menjadi perhatian nasional adalah angka putus sekolah yang masih tinggi,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 10 April 2026.

Ia menjelaskan, penanganan masalah tersebut berkaitan langsung dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.

Selain isu putus sekolah, Syamsul juga menyoroti sejumlah agenda mendesak, seperti penyusunan petunjuk teknis Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang kerap menjadi sorotan publik setiap tahun.

Ia juga menyiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dalam waktu dekat sebagai salah satu fokus utama jajarannya. “Agenda-agenda ini harus segera kami tangani karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Dengan latar belakang 25 tahun di dunia pendidikan, Syamsul menegaskan, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama selama masa kepemimpinannya. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan jarak tempuh.

“Pendidikan adalah hak dasar. Pemerataan akses harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Sorotan APH dan Komitmen Integritas

Menanggapi pertanyaan terkait sorotan Aparat Penegak Hukum (APH) terhadap proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di lingkungan Dinas Dikpora NTB, Syamsul memilih berhati-hati. Ia mengaku masih mempelajari persoalan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Namun, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan.

“Kita jaga dan hindari agar tidak terseret kasus-kasus seperti itu. Itu komitmen saya dan harga mati. Saya tidak ingin terkontaminasi hal-hal seperti itu,” tegasnya.

Ke depan, Syamsul menargetkan peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Ia optimistis langkah yang terarah akan mendorong kualitas pendidikan NTB agar mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. “Kami ingin capaian pendidikan NTB meningkat, baik dari sisi kualitas maupun pemerataan,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button