Ekonomi BisnisHEADLINE NEWS

ITDC Buka Suara soal Kerugian MotoGP Mandalika, Harap Dukungan Pemerintah Diperkuat

Mataram (NTBSatu) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), buka suara soal temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) terkait kerugian atas penyelenggaraan tiga musim MotoGP Mandalika.

Adapun temuan BPK, pelaksanaan MotoGP Mandalika dan World Superbike tahun 2022, 2023, dan 2024 menimbulkan kerugian besar bagi ITDC. Besarannya sekitar Rp347.444.307.552,59.

IKLAN

Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Waroka menjelaskan, temuan BPK tersebut merupakan hasil pemeriksaan rutin terhadap seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya, ITDC.

“Ini bukan audit gimana-gimana. Ya memang ini dilakukan sebagai sebuah proses yang cukup rata di semua BUMN. Ini merupakan proses, mekanisme daripada audit rutin yang dilakukan oleh BPK kepada semua BUMN, termasuk ITDC,” jelas Troy, Rabu, 1 April 2026.

Bukan Kerugian Negara

Selanjutnya, Troy menegaskan, temuan BPK tersebut bukanlah kerugian negara. “Saya tegaskan ini bukan kerugian negara, sama sekali bukan kerugian negara,” tegasnya.

Temuan BPK, kerugian itu muncul karena beberapa hal. Salah satunya, komponen pembiayaan seperti hosting fee ikut menjadi tanggungan pihak perusahaan. Dalam praktiknya, hosting fee akan dibayarkan ke Dorna sebagai pemegang lisensi pelaksanaan MotoGP.

Troy sendiri tak menampik soal itu, ITDC sebagai BUMN justru ikut aktif menjadi kontributor pembiayaan dalam beberapa seri terakhir. Padahal, pada praktiknya di berbagai negara, penyelenggaraan MotoGP umumnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

“Sesungguhnya yang pertama gini, tadi saya sampaikan MotoGP itu kalau di negara lain di-support oleh Pemerintah Pusat. Nah, kami harus sampaikan, memang saat ini beberapa kali seri MotoGP terakhir, ITDC cukup aktif menjadi kontributor untuk pembiayaan,” jelas Troy.

Secara peran, ITDC hanya berfokus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Namun, karena mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyelenggarakan MotoGP Mandalika, maka event internasional itu harus terus berjalan.

“Oleh karena itu, kami harus berkontribusi dalam pembiayaan. Di samping ITDC juga memiliki kepentingan menjaga keberlangsungan event tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan awal, MotoGP Mandalika sepenuhnya mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah. Namun seiring waktu, porsi dukungan tersebut berkurang dan ITDC mulai mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.

Optimis Pemerintah Mendukung

Namun ke depan, ia menegaskan perlunya penyesuaian peran dengan pemerintah. Terlebih, event MotoGP ini merupakan nasional branding bagi Indonesia.

Untuk itu, ITDC mendorong adanya dukungan lebih besar dari pemerintah dalam penyelenggaraan MotoGP ke depan, terutama terkait pembiayaan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kami optimistis pemerintah akan memberikan support dan kami berharap dukungannya bisa lebih besar dari sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, Troy mengaku, pihaknya bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) juga telah melakukan pembahasan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dalam waktu dekat, Bappenas akan mengeluarkan rekomendasi terkait penyelenggaraan MotoGP 2026 dan seterusnya.

Rekomendasi tersebut akan menjadi acuan penting, termasuk dalam menentukan skema dukungan pemerintah. Khususnya terkait pembiayaan hosting fee, yang menjadi komponen utama dalam penyelenggaraan MotoGP.

“Ini perlu ditangani bersama. Harus ada gotong royong antara semua pihak agar penyelenggaraan MotoGP ke depan bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tidak Dimaknai sebagai Kerugian Ekonomi

Troy mengatakan, penting melihat informasi tersebut secara proporsional dan tidak parsial. Menurutnya, angka kerugian event MotoGP Mandalika yang beredar, tidak serta merta dimaknai sebagai kerugian ekonomi secara langsung.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan dampak ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun. Hal tersebut berdasarkan studi Lembaga Teknologi Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung (LETMI ITB).

Capaian ini menegaskan, ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi perhelatan olahraga internasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pergerakan ekonomi nasional dan daerah.

Event ini berhasil menghadirkan 140.324 penonton dengan tingkat okupansi hotel mencapai 100 persen di kawasan Mandalika. Serta, rata-rata okupansi sebesar 93 persen di Pulau Lombok dan 90 persen di Kota Mataram,” jelasnya.

Selain itu, lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap dengan 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

“Pengembangan The Mandalika merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan ekosistem sport tourism di Indonesia yang mampu mengintegrasikan sektor olahraga, sektor pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal, termasuk UMKM,” jelasnya.

Pelaksanaan event internasional di Pertamina Mandalika International Circuit terbukti mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

ITDC sebagai bagian InJourney Grup berkomitmen untuk menjadikan Kawasan The Mandalika, termasuk Pertamina Mandalika International Circuit beserta event di dalamnya, menjadi bagian dari pengembangan destinasi sport tourism di Indonesia.

“Berdasarkan studi dampak ekonomi yang disusun LETMI ITB, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan estimasi dampak ekonomi nasional mencakup peningkatan aktivitas pariwisata, perputaran ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi terhadap penguatan national branding Indonesia di mata dunia. Angka ini mencerminkan multiplier effect yang jauh melampaui biaya penyelenggaraan event,” katanya.

Melihat manfaat tersebut, Perseroan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan penyelenggaraan event internasional tersebut dengan skema yang semakin optimal dan berkelanjutan. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button