Daerah NTBHEADLINE NEWS

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah NTB

Mataram (NTBSatu) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait potensi hujan lebat yang akan melanda sejumlah wilayah NTB pada Senin, 30 Maret 2026 hingga Selasa, 31 Maret 2026.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak awal periode prakiraan.

IKLAN

Melansir Instagram resmi @infobmkgntb pada Senin, 30 Maret 2026, BMKG mencatat intensitas hujan berkisar antara sedang hingga lebat pada beberapa kabupaten dan kota.

Wilayah yang berpotensi mengalami hujan antara lain Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, hingga Bima dan Kota Bima. Kondisi ini menunjukkan cakupan dampak yang cukup luas, sehingga setiap daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi secara mandiri.

Selain hujan, BMKG juga menyoroti potensi angin kencang yang dapat memperparah dampak cuaca. Angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, hingga gangguan aktivitas transportasi.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama pada wilayah rawan.

Potensi Dampak dan Imbauan Kewaspadaan

Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, banjir bandang, serta tanah longsor, khususnya pada wilayah perbukitan dan daerah rawan. Genangan air juga dapat muncul pada kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal.

Selain itu, hujan lebat sering muncul bersamaan dengan kilat atau petir yang dapat membahayakan keselamatan.

BMKG menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan dampak bencana. “Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap dampak bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang,” tulis BMKG.

Pada sektor kelautan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi yang mencapai lebih dari dua meter. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian utara dan selatan, perairan selatan Pulau Lombok, perairan selatan Pulau Sumbawa, Selat Alas bagian selatan, hingga Samudra Hindia selatan NTB.

Nelayan, operator transportasi laut, serta pelaku wisata bahari perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

BMKG mengajak masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi, termasuk media sosial. Langkah ini membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kesiapsiagaan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko selama periode cuaca ekstrem tersebut. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait dapat membantu menekan dampak yang mungkin muncul akibat kondisi cuaca dalam dua hari ke depan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button