Siapkan 24 Kapal, ASDP Kayangan Antisipasi Lonjakan Mudik Mulai Senin ini
Mataram (NTBSatu) – Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Kayangan mulai menyusun skema khusus, untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Lonjakan tersebut diprediksi terjadi pada H-5 hingga H-3 hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Peningkatan volume kendaraan, terutama roda dua terpantau sejak awal pekan ini dan perkiraannya akan terus meningkat hingga mendekati hari raya. General Manager PT ASDP Cabang Kayangan, Erlisetya Wahyudi mengungkapkan, sejak H-7 Lebaran volume kendaraan semakin meningkat.
“Kenaikan itu di H-5, H-4, sama H-3. Jadi H-5 itu berarti hari Senin, hari ini ya, Senin, Selasa, Rabu ini,” katanya kepada NTBSatu, Senin, 16 Maret 2026.
ASDP juga menyiapkan 24 unit kapal siap operasi, untuk melayani penyeberangan lintas Kayangan-Pototano. Lebih lanjut, Erlisetya mengungkapkan, pola operasional harian yang pihaknya gunakan masih tetap menyiagakan 10 kapal secara reguler. Sedangkan, 14 lainnya di posisi standby atau siaga untuk antisipasi pergantian maupun lonjakan penumpang secara tiba-tiba.
Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem di NTB, ia mengatakan, ada tambahan dan pembenahan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pemudik. Beberapa di antaranya seperti mobil derek, unit pemadam kebakaran, hingga penyediaan rest area.
Salah satu fokus utamanya, yakni penanganan debu di sekitar area antrean. ASDP berencana memasang paving block dan penyiraman air secara berkala untuk menekan polusi.
“Nanti ada tenda-tenda tambahan untuk sepeda motor sehingga mereka tidak kepanasan,” lanjutnya.
Manajemen Antrean dan Buffer Zone
Untuk menghindari adanya penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan, ASDP memberlakukan sistem buffer zone atau zona penyangga. Lokasi ini bertujuan untuk menampung kendaraan sementara waktu, sebelum dilepas menuju dermaga secara bertahap.
Selain itu, strategi percepatan bongkar muat akan dilakukan jika terjadi kepadatan ekstrem. Namun dalam kondisi normal, proses ini hanya memakan waktu 35 menit ditambah 15 menit untuk prosedur keselamatan.
Namun saat arus mencapai puncak, sistem yang berlaku adalah “masuk lengkap langsung berangkat” tanpa menunggu jadwal tetap selesai. “Kalau sudah penuh kan tidak perlu nunggu muatan lagi. Jadi bongkar, langsung masukkan, berangkat gitu kalau padat banget,” ujarnya.
Imbauan dan Waspada Cuaca Ekstrem
Menurut Erlisetya, tantangan terbesar tahun ini adalah kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu. Pihaknya terus melakukan koordinasi secara masif dengan pihak BMKG dan Syahbandar (KSOP).
Untuk antisipasi darurat, jika cuaca buruk menghentikan pelayaran, pihak pelabuhan akan memberikan fleksibilitas pada masa berlaku tiket daring. Agar tidak hangus saat terjadi penundaan.
Di sisi lain, Erlisetya mengimbau para pemudik sebelum melakukan perjalanan untuk terus memantau prakiraan cuaca secara mandiri melalui kanal resmi BMKG. Selain itu, meminta masyarakat untuk memastikan kondisi fisik dan kelayakan kendaraan sebelum mudik agar perjalanan lancar dan nyaman. (Inda)



