ADVERTORIALPendidikan

LPPM Unram Ikut Intervensi Penanganan Kemiskinan Ekstrem di NTB

Mataram (NTBSatu) – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram (Unram), berkontribusi membantu pengentasan kemiskinan ekstrem di NTB. Intervensi ini lewat penelitian dan pengabdian baik dari civitas akademika maupun dari kalangan mahasiswa.

Sekretaris LPPM Unram, I Wayan Sudiarta menjelaskan, saat ini lembaganya sudah bekerja sama dengan Bappeda NTB melalui pemberian 61 desa untuk menguatkan sistem informasi desa. Tujuannya, agar pemetaan bantuan tepat sasaran melihat kebutuhan Bappeda maupun provinsi adalah data.

IKLAN

“Sehingga ketika pemerintah melakukan intervensi bantuan dalam rangka pengentasan kemiskinan bisa tepat sasaran,” ujar I Wayan Sudiarta, Jumat, 13 Maret 2026.

IKLAN

Sebagai informasi, LPPM Unram merupakan unit yang bertanggung jawab atas penelitian, pengabdian, dan pelatihan di Universitas Mataram. Sadar pentingnya peran eksternal itu, LPPM Universitas Mataram juga berkontribusi atas penanganan kemiskinan di NTB.

IKLAN

Saat ini, jumlah penelitian di Universitas Mataram pada tahun 2025 mencapai 758 penelitian dan jumlah tersebut meningkat tahun ini. Namun yang LPPM Unram tekankan bukan hanya kuantitas yang semakin meningkat, melainkan kualitas dan manfaat penelitian dapat masyarakat rasakan secara lebih luas.

“Peningkatan kualitas penelitian diupayakan melalui pendanaan, serta kerja sama dengan mitra nasional dan internasional,” ujarnya.

Intervensi Lewat Kegiatan KKN

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unram adalah salah satu upaya untuk membantu intervensi kemiskinan ekstrem, melalui pengabdian langsung ke masyarakat. Harapannya, mitra yang bekerja sama dengan kegiatan KKN ini dapat mengadakan program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wayan Sudiarta menambahkan, LPPM juga bekerja sama dengan instansi-instansi untuk mencari pendanaan yang lebih besar. Di antaranya, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya.

“Sudah ada 10 proposal yang diajukan oleh Universitas Brawijaya, nantinya dana tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan pengabdian di Lombok. Ada 10 proposal yang kami sudah ikut bekerja sama di dalamnya. Kalau di Universitas Brawijaya, satu proposal yang di DRPM itu nilainya Rp75 juta. Sementara, kalau di Universitas Mataram nilainya masih sekitar Rp10 jutaan,” tutupnya. (Nadya)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button