Sumbawa

BMKG: Peluang Hujan Lebat di Sumbawa Capai 90 Persen hingga 20 Maret

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa masih berada dalam puncak musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan. Sebab, peluang hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan terjadi hingga pertengahan Maret 2026.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto mengatakan, pada dasarian pertama dan kedua Maret (1–20 Maret) potensi hujan di sebagian besar wilayah Sumbawa berada di atas 50 milimeter per dasarian dengan peluang lebih dari 90 persen.

IKLAN

“Saat ini Sumbawa masih berada dalam musim hujan. Pada dasarian I dan II Maret, peluang terjadinya hujan di atas 50 milimeter per dasarian di sebagian besar wilayah Sumbawa mencapai lebih dari 90 persen,” ujar Samriyanto kepada NTBSatu, Kamis 12 Maret 2026.

IKLAN

Meski demikian, ia juga menjelaskan kondisi tersebut sedikit berbeda untuk wilayah Sumbawa bagian Timur yang memiliki peluang lebih rendah. “Untuk wilayah Sumbawa bagian Timur peluang hujan berada pada kisaran 40 hingga 60 persen. Sehingga, intensitasnya relatif lebih rendah dibanding wilayah lainnya,” jelasnya.

IKLAN

Memasuki dasarian ketiga atau periode 21–31 Maret 2026, BMKG memprediksi peluang hujan mulai mengalami penurunan meskipun masih berpotensi terjadi. “Pada dasarian III Maret, peluang hujan diperkirakan mulai menurun dengan kisaran antara 50 hingga 60 persen,” katanya.

Imbauan BMKG

BMKG mengingatkan, kondisi curah hujan yang cukup tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Seperti, banjir maupun tanah longsor,” ujarnya.

Selain itu, meminta masyarakat mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk perjalanan. “Kondisi cuaca perlu menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan aktivitas, terutama perjalanan melalui jalur darat, laut maupun udara,” katanya. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG, agar dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk.

“Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG maupun media sosial resmi BMKG Sumbawa, sehingga bisa mengambil langkah antisipasi lebih dini,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button