ADVERTORIALPendidikan

Mahasiswa Unram Raih Tiga Medali di Kompetisi Esai Internasional Malaysia

Mataram (NTBSatu) – Tiga mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) berhasil membawa pulang satu Silver Medal serta dua Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit – International Essay Competition yang berlangsung pada 14–15 Februari 2024 di Malaysia.

Tiga mahasiswa tersebut yaitu Ni Komang Novi Sukrianti, Salahudin, serta Ulya Safira. Ketiganya berasal dari Program Studi Ilmu Kelautan dan Agroekoteknologi.

IKLAN

Mereka menyajikan gagasan inovatif melalui karya esai yang relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan. Kreativitas serta riset yang matang mengantarkan mereka bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

IKLAN

Kompetisi ini mengangkat tema besar “Building a Sustainable and Inclusive Future”. Panitia menyediakan berbagai subtema, mulai dari pertanian, lingkungan, kesehatan, pangan, hukum, ekonomi, teknologi, hingga pendidikan. Setiap peserta menyampaikan ide yang berfokus pada masa depan berkelanjutan dan inklusif.

IKLAN

Gagasan Inovatif Angkat Potensi Lokal

Dalam wawancara bersama Humas Unram pada Kamis, 19 Februari 2026, Ulya Safira memaparkan esai berjudul “Sealeaf Acne Clear Gel: A Sustainable Acne Spot Innovation From NTB’s Seaweed And Herbal Bio-Resources For Inclusive Skincare Solutions”. Ia merancang inovasi perawatan kulit dengan memanfaatkan rumput laut serta bahan herbal dari NTB.

“Saya belajar banyak dari proses penulisan hingga presentasi di depan juri internasional. Tentunya keberhasilan saya tidak lepas dari bimbingan dosen pembimbing saya ibu Sholihati Lathifa Sakina, S.Si., M.T. yang selalu mendukung dan mengarahkan selama proses persiapan lomba. Yang paling penting, pengalaman ini membuat keberanian saya semakin tumbuh dan lebih berani bepergian sendiri. Berkenalan dengan kawan baru, hingga tampil di depan juri internasional disaksikan ratusan peserta,” ungkap Ulya.

Sementara itu, Salahudin juga membawa gagasan menarik melalui esai tentang pemanfaatan teknologi Virtual Reality untuk memperkenalkan budaya Pulau Lombok kepada generasi muda.

“Generasi muda kini lebih akrab dengan media sosial dibanding budaya daerahnya. Saya ingin menjembatani modernitas dan tradisi melalui VR agar budaya Lombok bisa dikemas interaktif dan menarik. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen pelestarian budaya,” jelasnya.

Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa Unram dalam menghadirkan ide kreatif yang memberi kontribusi bagi masyarakat sekaligus membawa nama kampus ke panggung internasional. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button