Sekolah Rakyat Terintegrasi di Lombok Utara Mulai Dibangun, Siap Tampung 1.000 Siswa
Mataram (NTBSatu) – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi dimulai. Peletakan batu pertama berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026.
Turut hadir pada acara tersebut Perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Bupati KLU beserta jajaran Forkopimda. Termasuk, pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewakili Gubernur yang tidak berkesempatan hadir.
Kepala Sentra Paramita Mataram, Arif Rohman selaku perwakilan Kemensos RI, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kemarin peletakan batu pertama di hari Rabu bertepatan dengan bulan Ramadan. Dihadiri mulai dari Perwakilan Kemensos, pejabat Pemprov hingga Pemkab Lombok Utara,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Lombok Utara tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa ketika telah beroperasi penuh nantinya.
“Bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat yang di Kabupaten Lombok Utara ini nantinya akan berkapasitas 1.000 siswa,” katanya.
Sebagai informasi, saat ini di Provinsi NTB terdapat lima titik Sekolah Rakyat rintisan. Nantinya, lanjut Arif, siswa dari sekolah rintisan akan pindah ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Lombok Utara setelah rampung.
“Kita di NTB sudah ada lima titik sekolah rintisan. Siswa-siswa yang ada di sekolah tersebut nantinya akan di-drop (dipindahkan) ke Sekolah Rakyat di Lombok Utara ketika sudah siap beroperasi,” tuturnya.
Lombok Utara Jadi Daerah Pertama di NTB
Arif menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di KLU menjadi yang pertama di tahap kedua program ini. Sebelumnya, sejumlah kabupaten termasuk Pemprov NTB juga ikut mengajukan.
“Ini kan banyak kabupaten yang mengajukan pembangunan di tahap kedua, termasuk Pemprov juga mengajukan. Nah, yang siap bangun itu baru Kabupaten Lombok Utara,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan daerah jadi faktor penting dalam percepatan realisasi pembangunan sekolah tersebut, terlebih memperhatikan lahan yang ideal, tidak masuk lahan produktif.
Bakal Berlanjut ke Kabupaten Bima
Selain KLU, pemerintah juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi selanjutnya di lokasi lain untuk provinsi NTB. Ia menyebut, berada di Kabupaten Bima, tepatnya di desa Panda, kecamatan Palibelo.
Akan tetapi, berlanjutnya pembangunan ke Bima itu tidak terlepas dari progres baik di Lombok Utara. Termasuk, Arif membeberkan, pengerjaan proyek itu melibatkan masyarakat sekitar.
“Setelah itu ada rencana dari Kementerian PU, setelah ada progres baik pada pembangunan di Lombok Utara akan lanjut ke Kabupaten Bima,” ujarnya.
Arif menegaskan, bergesernya pembangunan ke Kabupaten Bima itu masih tahap pembicaraan dan prediksi perencanaan. Namun, harapannya eksekusi dapat mulai pada pertengahan tahun 2026.
“Untuk di Kabupaten Bima ada di Desa Panda, direncanakan di pertengahan tahun ini bisa dieksekusi untuk dibangun, namun itu masih perencanaan,” tambahnya. (Alwi)



