Sumbawa

Gagal Bertemu Gubernur, Camat dan 7 Kades Temui DPRD NTB Desak Proyek Jalan Lenangguar – Lunyuk Segera Dituntaskan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Akses vital masyarakat Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi sorotan. Setelah gagal bertemu Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, Camat Lunyuk, Anhuyas bersama tujuh kepala desa (kades) se-Kecamatan Lunyuk mengadu ke DPRD Provinsi NTB.

Mereka mendesak percepatan penyelesaian proyek jalan long segment Lenangguar – Lunyuk yang belum rampung, meski melewati batas waktu kontrak 31 Desember 2025.

Anhuyas menjelaskan, kedatangan mereka murni untuk mengadvokasi kepentingan masyarakat yang terdampak proyek mangkrak tersebut.

“Kami sebenarnya ingin bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Tetapi karena belum bisa, kami diarahkan ke Dinas PU. Lalu kami memutuskan menyampaikan langsung ke Komisi III karena ini sangat mendesak,” jelasnya kepada NTBSatu, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Anhuyas, proyek jalan yang menjadi satu-satunya akses utama Lunyuk ke Kota Sumbawa itu seharusnya sudah selesai akhir 2025. Namun, hingga kini belum tuntas.

“Pelaksanaan pengerjaan jalan long segment Lenangguar – Lunyuk yang seharusnya selesai 31 Desember 2025 itu, kami harap segera ditangani kembali. Ini sangat penting bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Urat Nadi Mobilitas Warga

Jalan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa. Melainkan menjadi urat nadi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses layanan publik.

“Itu satu-satunya akses masyarakat Kecamatan Lunyuk ke Sumbawa. Sekaligus arus mobilisasi hasil pertanian dan kebutuhan pokok,” katanya.

Ia mengakui, awalnya tidak ada rencana bertemu dewan. Namun kondisi yang dianggap genting, membuat mereka mengambil langkah advokasi ke DPRD NTB.

“Sebenarnya tidak ada niat kami ketemu ketua komisi. Tapi karena advokasi ini sangat penting, maka kami sampaikan langsung,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, kata Anhuyas, Ketua Komisi III DPRD NTB berkomitmen meneruskan aspirasi itu kepada Gubernur NTB. Serta, mendorong percepatan penyelesaian proyek.

“Pak Sambirang Ahmadi menyampaikan akan mengatensi dan meneruskan kepada Pak Gubernur agar segera diselesaikan. Karena ini memang vital,” jelasnya.

Meski belum memastikan panjang ruas jalan, Anhuyas menekankan, substansi persoalan bukan pada angka, melainkan dampak nyata yang warga rasakan.

“Berapa pun kilometernya, yang jelas ini akses hidup masyarakat. Kalau ini terganggu, semua sektor terdampak,” tambahnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button