28.295 KK di Mataram Masuk Kategori Miskin Ekstrem
Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 28.295 kepala keluarga (KK) di Kota Mataram tercatat masuk dalam kategori miskin ekstrem. Persoalan ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum sepenuhnya tertuntaskan di Kota Mataram.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, HM Ramadhani mengakui, penghapusan kemiskinan ekstrem bukan pekerjaan mudah. Meski tren kemiskinan sempat ditekan, tanpa intervensi berkelanjutan, risiko warga kembali jatuh miskin tetap tinggi.
“Kalau dibantu, angkanya bisa turun. Tapi kalau tidak, bisa jatuh lagi ke kondisi miskin. Sementara kemiskinan ekstrem ini yang paling sulit, dibantu atau tidak, kondisinya tetap berat,” ujar Ramadhani, Kamis, 5 Februari 2026.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2029, sejalan dengan arah kebijakan RPJMD Kota Mataram 2025–2029. Namun, Ramadhani menyebut pemerintah daerah hanya memiliki waktu efektif sekitar tiga tahun untuk mengejar target tersebut.
Karena itu, strategi intervensi terus dipetakan agar tepat sasaran. Fokus utama pada peningkatan pendapatan masyarakat, salah satunya melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Selain meningkatkan pendapatan, pemerintah juga berupaya mengurangi beban pengeluaran warga, mulai dari penggratisan biaya pendidikan dan kesehatan hingga perbaikan rumah tidak layak huni.
“Secara garis besar, strateginya mencakup peningkatan pendapatan, pengurangan beban pengeluaran, dan perbaikan hunian. Tinggal dibagi peran antar-OPD,” tegas Ramadhani.



