Kota Mataram

Pesisir Ampenan “Diamuk” Abrasi, Penanganan Darurat Dikebut di Tengah Kekhawatiran Warga

Mataram (NTBSatu) – Fenomena banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kota Mataram kembali memicu abrasi parah di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. 

Gelombang pasang yang terjadi secara beruntun sejak Rabu 21 Januari 2026 lalu, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengikis daratan pantai secara signifikan hingga menghancurkan pondasi rumah-rumah yang berdiri di garis terluar pesisir.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah melakukan langkah tanggap darurat. Alat berat mulai dikerahkan ke lokasi pada Jumat untuk pemasangan batu boulder sebagai tanggul sementara, guna menahan laju abrasi yang terus menggerus daratan warga.

Berdasarkan pantauan NTBSatu di lapangan, pemasangan batu boulder direncanakan sepanjang 50 hingga 60 meter, difokuskan pada titik pesisir yang mengalami abrasi terparah. 

Proses pengerjaan bakal rampung dalam waktu 4 hingga 5 hari ke depan. Struktur batu ini harapannya berfungsi sebagai pemecah gelombang sementara, sambil menunggu realisasi penanganan permanen dari Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Namun, di tengah percepatan penanganan darurat tersebut, dampak abrasi telah menimbulkan kerusakan serius pada permukiman warga. 

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button