Kota Mataram Waspada Penyakit LSD: Penularan Masif, Peternak Diminta Kenali Gejala
Mataram (NTBSatu) – Setelah perjuangan panjang melawan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini para peternak di Kota Mataram kembali diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.
Ancaman baru bernama Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol mulai membayangi kesehatan ternak di wilayah ini.
Meski saat ini Mataram masih berstatus bebas dari virus tersebut, pergerakan virus yang sudah terdeteksi masuk ke wilayah Pulau Bali menjadi sinyal peringatan serius bagi pemerintah daerah.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin mengungkapkan, kewaspadaan ini berdasarkan surat edaran dari Pemerintah Pusat dan provinsi.
Virus yang pertama kali terdeteksi di Riau pada tahun 2022 ini kini telah menyebar ke Sumatera, Kalimantan, Jawa, hingga yang terbaru mendarat di Bali pada Desember lalu.
Hapiludin menekankan, karakteristik penyebaran LSD berbeda dengan PMK yang menular melalui udara. Namun, LSD justru lebih berisiko dalam konteks tertentu karena menggunakan perantara serangga sebagai vektor utama penularan.
“LSD ini harus kita waspadai karena vektor perantaranya adalah nyamuk, lalat, dan caplak yang membawa virus dari satu ternak ke ternak lainnya. Tingkat penyebarannya bisa sangat masif karena serangga-serangga ini sulit dikontrol pergerakannya secara alami di lingkungan kandang,” tegas Lalu Hapiludin, Rabu, 28 Januari 2026.



