Sumbawa

Sumbawa Terima Kucuran Dana Siap Pakai Rp341 Juta untuk Penanganan Bencana

​Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah pusat merespons cepat bencana akibat tingginya intensitas hujan yang memicu bencana hidroklimatologi di 11 Kecamatan, Kabupaten Sumbawa. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Pendopo Bupati Sumbawa, Sabtu, 24 Januari 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan Dana Siap Pakai (DSP) berupa dukungan logistik dan peralatan senilai total Rp341.380.000.

​Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengonfirmasi penerimaan bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat membutuhkan dukungan logistik ini mengingat kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir dan angin puting beliung di beberapa kecamatan.

​“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan signifikan dari BNPB Pusat. Mulai dari sembako, selimut, matras, terpal, hingga perahu beserta mesinnya. Insyaallah kami akan segera menyalurkannya kepada masyarakat terdampak,” ujar Bupati Jarot.

IKLAN

​Berdasarkan data resmi serah terima yang didapatkan NTBSatu, Pemkab Sumbawa menerima paket logistik untuk penanganan darurat tahun 2026 yakni meliputi; 200 paket sembako, 50 paket hygiene kit, 200 lembar selimut, 200 lembar matras, 200 lembar terpal, serta satu set perahu polyethylene lengkap dengan mesinnya.

​Bupati Jarot menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor antara BNPB Kabupaten, Provinsi, dan Pusat. Pemerintah melakukan hal ini untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif, terutama di desa-desa yang masih terendam air.

​“Kami menjadwalkan barang bantuan fisik tiba besok pagi (Minggu). Kami pastikan langsung bergerak untuk mengurangi beban masyarakat yang terkena dampak,” tegasnya.

​Selain fokus pada penanganan darurat yang bersifat simultan, Bupati Jarot juga menyoroti akar masalah banjir yang kerap berulang. Ia menilai alih fungsi hutan menjadi lahan kritis memberikan kontribusi terbesar terhadap datangnya bencana banjir.

Ke depan, lanjutnya, Pemkab Sumbawa berkomitmen melakukan intervensi serius terhadap pola pemanfaatan lahan, khususnya di area kemiringan.

​“Kami akan mengalihkan fungsi hutan-hutan yang miring dan kritis secara bertahap melalui penanaman pohon yang lebih bermanfaat dan bernilai ekologis. Ini langkah jangka panjang agar banjir tidak terus menjadi langganan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button