Lombok Tengah Jadi Lumbung Padi Terbesar NTB, Produksi 2025 Capai 421.941 Ton
Lombok Tengah (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Tengah, tercatat sebagai penyumbang produksi padi terbesar di Provinsi NTB.
Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS 2024 – 2025, produksi padi di Lombok Tengah menunjukan angka tertinggi dari seluruh kabupaten dan kota lainnya di NTB.
Pada 2024, Lombok Tengah memiliki luas panen 70.778 hektare dengan produksi mencapai 357.504 ton Gabah Kering Giling (GKG). Produktivitasnya 50,51 kuintal per hektare.
Sementara 2025, kontribusi meningkat. Luas panen mencapai 78.639 hektare dengan produksi sebesar 421.941 ton GKG, dengan skala 53,66 kuintal per hektare.
Staf Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., S.P., M.M., menjelaskan, tingginya produksi padi Lombok Tengah tidak terlepas dari luas lahan baku sawah. Serta, optimalisasi indeks pertanaman yang terus pemerintah dorong.
“Untuk kontribusi produksi, Lombok Tengah masih menjadi sentra utama. Pada tahun 2025, produksi gabah kering giling di Lombok Tengah mencapai 421.941 ton,’’ ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 21 Januari 2026.
Setelah Lombok Tengah, menyusul Kabupaten Sumbawa sebesar 398.864 ton dan Lombok Timur 243.474 ton. Berikutnya Kabupaten Bima menyumbang 208.018 ton, Dompu 151.335 ton, dan Lombok Barat 135.678 ton.
Sementara kontribusi lebih kecil datang dari Sumbawa Barat 74.496 ton, Lombok Utara 33.320 ton, Kota Mataram 17.727 ton, dan Kota Bima 13.431 ton.
Secara keseluruhan, perkiraan potensi produksi padi NTB pada 2025 mencapai 1,698 juta ton gabah kering giling. Jika dikonversi menjadi beras, jumlahnya setara sekitar 967 ribu ton beras.
Dengan angka tersebut, NTB masih berada dalam kondisi surplus beras jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi penduduk per tahun. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berusaha untuk menjaga stabilitas produksi.
“Sejauh ini, Pemerintah Provinsi NTB berupaya agar stok beras di dalam daerah tetap aman,” tuturnya. (Alwi)



