ADVERTORIALPendidikan

Mahasiswa KKN Unram Perkenalkan Garbage Pit, Solusi Mengolah Sampah Tanpa TPS di Desa Pijot Utara

Lombok Timur (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram), melaksanakan Program Kerja Garbage Pit di Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, dalam upaya peningkatan kesadaran terhadap pengolahan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan. Pelaksanaan Program Garbage Pit dengan melibatkan perangkat Desa Pijot Utara serta masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Sekretaris KKN PMD Pijot Utara, Fitri Aulia Jamal mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Kemudian, pengenalan metode garbage pit sebagai solusi sederhana dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan praktik pembuatan Garbage Pit bersama masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD Unram memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga. Hal tersebut menyesuaikan kondisi Desa Pijot Utara, yang hingga saat ini belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan tidak adanya sistem pengangkutan sampah di desa.

IKLAN

Mahasiswa memperkenalkan Garbage Pit sebagai solusi sederhana dan tepat guna. Mengingat, pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Pijot Utara umumnya dengan cara dibakar.

Metode Garbage Pit harapannya mampu menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan terutama untuk pengelolaan sampah organik. Sehingga, mampu mengurangi pencemaran udara serta menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat aktif mengikuti proses pembuatan Garbage Pit, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.

Kegiatan ini harapannya mampu menumbuhkan kesadaran Masyarakat Desa Pijot Utara. Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button