Mataram (NTBSatu) – Belakangan ini aroma khas Durian bisa dicium di sepanjang jalan. Menandakan pada bulan-bulan sekarang sudah memasuki musimnya.
Stok yang melimpah di pasaran dan pedagang jalanan, membuat harga Durian kian hari semakin murah. Tidak heran jika banyak orang sering kalap saat membeli sang raja buah.
Memiliki rasa yang khas dan nikmat, rupanya ada ancaman kesehatan serius yang bisa terjadi jika mengonsumsi Durian dalam jumlah banyak. Apalagi, orang kadang sering kehilangan kendali dan lupa sudah menghabiskan seberapa banyak.
Dari beberapa jurnal kesehatan, banyak ahli memberikan peringatan saat mengonsumsi Durian dalam jumlah banyak. Mulai dari risiko gangguan metabolisme hingga komplikasi cukup tinggi bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
1. Risiko Gula Darah dan Bom Kalori
Durian terbukti menjadi salah satu buah dengan kandungan kalori dan karbohidrat tertinggi. Kandungan kalori bisa mencapai 1.300 hingga 1.500 dalam satu kilogram dagingnya.
Dilihat dari indeks kebutuhan kalori harian orang dewasa, jumlah ini sudah hampir memenuhi 70 persen dari kebutuhan normal yang tubuh butuhkan.
Informasi ini juga diperjelas dengan hasil penelitian dari United States Department of Agriculture (USDA) dan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI).
Hasilnya menyebut, jika sang raja buah mengandung 150 kalori per 100 gram. Angka ini dianggap sangat akurat dan setara dengan 3-4 porsi nasi putih.
Ancaman yang cukup bahaya bisa dirasakan oleh penderita diabetes. Kandungan gula (glukosa, fruktosa, dan sukrosa), mampu menaikkan kadar gula darah dalam waktu singkat.
Jika dibiarkan terus-menerus makan, akan berakibat besar pada beban kerja insulin alami tubuh sehingga mampu memengaruhi dan membahayakan metabolisme.
Berdasarkan Jurnal National Center for Biotechnology Information, Durian memiliki 49-55 Indeks Glikemik (IG), sehingga mampu memicu lonjakan glukosa darah (postprandial hiperglikemia).
2. Gangguan Pencernaan dan Efek Panas
Durian memiliki kandungan senyawa sulfur, sehingga terkenal dengan sebutan “buah panas”. Selain itu, ada kandungan alkohol alami dari daging durian yang terlalu matang.
Jika mengonsumsi durian dalam jumlah banyak akan memicu rasa panas di perut dan tenggorokan, kembung, bahkan diare. Dua kandungan ini perlu diwaspadai juga oleh penderita asam lambung (GERD).
3. Bahaya Bagi Penderita Jantung dan Hipertensi
Perlu diperhatikan, kandungan kalium dalam Durian memang sangat dibutuhkan bagi orang sehat. Namun, bisa menjadi cukup bahaya, bagi penderita penyakit jantung dan gangguan ginjal.
Tidak hanya itu, efek panas Durian akan memicu kerja jantung yang lebih cepat (palpitasi). Bagi yang memiliki riwayat hipertensi, masalah ini tentunya bukan hal yang bisa diabaikan.
4. Bahaya Mencampur Dengan Alkohol
Pantangan utama dan harus diingat adalah mengonsumsi Durian bersamaan dengan alkohol. Kinerja enzim aldehyde dehydrogenase untuk memecah alkohol dalam tubuh, bisa terhambat karena adanya senyawa sulfur dalam buah.
Jika nekat mengonsumsi secara bersamaan, kadar asetaldehida dalam darah akan meningkat. Kondisi ini bisa memicu terjadinya muntah, mual hebat, bahkan bisa menyebabkan kematian karena keracunan.
Informasi ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan University of Tsukuba, Jepang, pada tahun 2009 dengan judul “Inhibition of Aldehyde Dehydrogenase Enzyme by Durian (Durio zibethinus Murray) Fruit Extract”.
Hasil penelitiannya menunjukkan fakta senyawa sulfur dalam durian menghambat enzim ALDH (penghancur racun alkohol) hingga 70 persen, yang bisa menyebabkan keracunan alkohol fatal.
Oleh karena itu, mengutamakan kesehatan tentunya menjadi poin utama saat ingin mengonsumsi durian di tengah harga murah dan stok melimpah.
Mengontrol porsi makan adalah jalan keluar utama, untuk menghindari dampak dan bahaya Durian jika mengonsumsinya dalam jumlah banyak. (Inda)



