Mataram Uji Coba Full Day School, Siswa Minta Metode Belajar Tak Monoton
Mataram (NTB Satu) – Kebijakan full day school resmi mulai diterapkan di Kota Mataram pada Senin, 12 Januari 2025. Sejumlah sekolah telah menyiapkan skema pembelajaran baru agar pelaksanaan kebijakan ini berjalan lancar.
Kepala SMPN 15 Mataram, Sri Wahyu Indriani, mengatakan kebijakan full day school ini masih bersifat uji coba karena belum ditentukan sampai kapan akan diterapkan.
“Full day school ini akan mulai tanggal 12 Januari, untuk sampai kapannya kita belum tahu,” ujarnya pada NTBSatu, Minggu, 11 Januari 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil rapat para kepala sekolah, jadwal pembelajaran diatur dari Senin hingga Rabu mulai pukul 07.15 hingga 15.00 Wita, dengan siswa sudah harus berada di sekolah sejak pukul 07.00 Wita.
Pada Kamis, kegiatan belajar berlangsung dari 07.00 sampai 14.20 Wita, sementara Jumat dari 07.00 sampai 11.20 Wita. Sabtu tidak ada pembelajaran formal, namun untuk kegiatan ekstrakurikuler.
Menurut Sri Wahyu, kebijakan ini mengikuti arahan Wali Kota Mataram agar anak-anak memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.
Di SMPN 15 Mataram sendiri, sistem ini bukan hal baru. Sebelumnya, siswa sudah terbiasa mengikuti kegiatan sekolah hingga sore hari.
“Senin biasanya pulang jam satu, Selasa sampai Kamis jam dua. Bahkan masih ada yang sampai setengah empat di sekolah,” jelasnya.
Dari sisi tenaga pendidik, kebijakan ini juga tidak menimbulkan penolakan. Para guru justru memanfaatkan hari Sabtu sebagai hari belajar guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, sekitar 1.143 wali murid di SMPN 15 menerima kebijakan ini, selama anak-anak menjalani aktivitas yang positif di sekolah.
“Selama anak-anak berkegiatan positif, orang tua mengikuti aturan ini,” tambahnya.
Pembelajaran Tidak Monoton
Meski demikian, dari sisi siswa masih ada catatan. Satria, siswa SMPN 2 Mataram, menilai full day school cukup baik, namun jadwal belajar yang panjang bisa melelahkan, terutama jika ada kegiatan ekstrakurikuler.
“Capek kalau pulang agak sore, belum lagi kalau ada ekskul,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, pelajaran hingga sore hari terkadang membuat siswa merasa jenuh. Karena itu, ia berharap metode pembelajaran di kelas bisa lebih menarik.
“Kalau pelajaran sampai sore kadang membosankan. Saya harap guru-guru bisa lebih kreatif dan inovatif supaya kami tetap semangat belajar,” kata Satria. (*)


