Tanpa TOEFL! 5 Negara ini Tawarkan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia
Mataram (NTBSatu) – Skor TOEFL atau IELTS yang selangit seringkali menjadi kendala kuliah gratis di luar negeri. Sehingga, banyak mahasiswa Indonesia yang patah semangat dan mengubur keinginannya dalam-dalam.
Tapi, jangan patah semangat dulu. Keinginan untuk kuliah gratis dan dapat gelar di luar negeri bisa tercapai. Tentunya, tanpa sertifikat TOEFL bahasa Inggris yang susah dan mahal.
Beberapa negara besar bisa menjadi jawaban. Kebijakan pendidikan sangat mendukung mahasiswa Indonesia, yang ingin kuliah gratis tanpa memikirkan syarat TOEFL.
Penasaran, negara mana saja? Kali ini NTBSatu sudah merangkum daftarnya. Jadi, kamu bisa menjadikan daftar di bawah ini sebagai referensi.
1. Turki
Mahasiswa Indonesia sudah familiar dong dengan program primadona Türkiye Bursları. Beasiswa yang menawarkan banyak fasilitas gratis bagi penerima.
Beberapa keuntungan yang ditawarkan lewat program ini antara lain memberikan tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan, asrama hingga uang saku bulanan.
Apa sih alasan Turki tidak memberlakukan syarat TOEFL? Ternyata karena ada kebijakan “Satu Tahun Kursus Bahasa Turki” (TÖMER). Mahasiswa hanya perlu belajar bahasa pribuminya dibandingkan bahasa asing lain.
Jadi, kamu tidak perlu khawatir TOEFL bisa atau tidak bahasa Turki, karena nanti akan diikutsertakan dalam sekolah bahasa selama satu tahun. Bagus banget kan solusinya?
Kuliah di Turki juga sangat menarik, karena kamu akan merasakan hidup di perbatasan Eropa-Asia. Yang paling menguntungkan, biaya hidup yang relatif murah.
2. Rusia
Rusia bukan cuma sebatas negara dingin dan kaku. Kamu harus tahu kalau negara ini jadi yang terdepan di bidang pendidikan, nuklir, kedokteran hingga teknologi kedirgantaraan.
Rusia sudah sejak lama punya kuota beasiswa untuk ratusan mahasiswa Indonesia. Bahkan tanpa syarat TOEFL yang sering ditakuti.
Sebagai pengganti, mahasiswa harus masuk Podfak, semacam fakultas persiapan gitu. Nantinya, kamu akan belajar bahasa Rusia dari dasar selama satu tahun.
3. Jerman
Jerman punya julukan raksasa teknologi dan pendidikan di Eropa. Hal ini karena pemerintahnya menilai pendidikan adalah hak asasi, bukan komoditas.
Kamu bisa lihat atau survei, hampir seluruh universitas negeri di Jerman memberikan biaya kuliah gratis, baik untuk Sarjana (S1), maupun Magister (S2).
Pembebasan TOEFL ini biasanya diperuntukkan bagi kelas reguler, karena menggunakan bahasa pengantar Jerman (Deutsch-Prasenz). Sebagai gantinya, sertifikat bahasa Jerman, harus kamu miliki.
4. Prancis
Kalau kamu ingin lihat peradaban pendidikan yang legendaris, Prancis adalah jawaban yang paling tepat. Pemerintahnya juga memberikan keringanan untuk biaya mahasiswa.
Prancis terkenal akan kebanggaannya dengan bahasa sendiri. Syarat TOEFL atau IELTS bisa gugur, kalau kamu memiliki sertifikat bahasa Prancis (DELF/DALF).
5. Taiwan
Baik pihak universitas, maupun Pemerintah Taiwan sering memberikan beasiswa pembebasan biaya kuliah secara 100 persen. Padahal, banyak universitasnya yang masuk 100 besar dunia terbaik di bidang teknologi menyaingi Jepang dan Korea.
Kamu bisa pakai jalur Chinese-taught, maka bisa bebas dari syarat TOEFL. Mahasiswa Indonesia juga banyak yang memilih jalur ini. Apalagi, bahasa Mandarin punya prospek besar di dunia kerja.
Itulah lima universitas yang membebaskan syarat bahasa Inggris bagi mahasiswa. Walaupun tanpa TOEFL, kamu harus tetap belajar bahasa lokal negara tujuan sebagai alternatif terbaik. (Inda)



