Difabel Sejak Lahir, Lalu Duta Tak Pernah Absen Sekolah
Lombok Timur (NTBSatu) – Lalu Duta Erlangga, siswa kelas 4 SDN 4 Ketangga, Kecamatan Suela, tidak pernah menjadikan keterbatasan fisiknya sebagai alasan untuk meninggalkan bangku sekolah. Meski harus menggunakan kursi roda akibat kelainan pada tulang kaki sejak lahir, Duta hampir tidak pernah absen mengikuti kegiatan belajar.
Guru SDN 4 Ketangga, Mistum mengatakan, Duta datang ke sekolah setiap hari dengan diantar neneknya. Sang ibu bekerja sebagai penjual tahu keliling sehingga tidak bisa mendampinginya setiap pagi.
Sesampainya di sekolah, teman-teman sekelas bergantian mendorong kursi roda Duta menuju ruang kelas, kantin, hingga lokasi kegiatan belajar.
“Rajinnya luar biasa. Dia tidak pernah malas masuk sekolah,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya, Duta selalu berusaha mengikuti seluruh aktivitas sekolah sesuai dengan kemampuannya. Saat senam, ia menyaksikan teman-temannya dari kursi roda. Ketika kegiatan mengaji maupun salat berjamaah, ia tetap hadir dan mengikuti kegiatan dari sisi ruangan.
Semangat belajar Duta juga terlihat meski fasilitas sekolah belum sepenuhnya ramah disabilitas. Kursi rodanya belum dapat masuk ke toilet sehingga ia harus turun dan merangkak untuk menggunakan kamar mandi.
Berusaha Mandiri di Tengah Keterbatasan
Namun kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Duta tetap berusaha mandiri setiap hari.
Mistum mengatakan lingkungan sekolah turut mendukung Duta. Teman-temannya tidak pernah membedakan perlakuan terhadapnya. Mereka justru bergantian membantu mendorong kursi roda dan menemani Duta saat beraktivitas.
“Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah ada yang membuli. Teman-temannya selalu membantu,” ujarnya.
Dalam kegiatan belajar, Duta memang mengalami kesulitan mengikuti pelajaran menulis sehingga guru memberikan tugas yang disesuaikan dengan kemampuannya. Di balik keterbatasan tersebut, ia memiliki bakat menonjol di bidang seni, terutama memainkan gendang dan alat musik tradisional.
Mistum mengatakan Duta kerap tampil mengisi acara sekolah, seperti peringatan Hari Guru dan perpisahan kelas. Menurutnya, kemampuan bermusik Duta menjadi salah satu kelebihan yang terus didorong agar berkembang.
“Paling menonjol memang bakatnya di musik. Kalau ada acara sekolah, dia selalu semangat main gendang,” katanya.
Mistum berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Duta melalui dukungan pendidikan dan fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga semangat belajarnya tetap terjaga. (*)




