Pemred NTBSatu Terpilih Jadi Ketua Aliansi Jurnalis Muhammadiyah NTB

Mataram (NTBSatu) – Peran media dalam mengawal literasi dan sejarah keislaman semakin mendapat perhatian khusus di lingkungan Muhammadiyah.
Hal ini ditandai dengan lahirnya Aliansi Jurnalis Muhammadiyah (AJM) di Nusa Tenggara Barat, yang sekaligus menempatkan Haris Mahtul, Pemimpin Redaksi (Pemred) NTBSatu sebagai ketua pertama.
“Semoga AJM bisa menjadi ruang kolaborasi bagi insan pers Muhammadiyah, dan NTBSatu siap menjadi garda depan pemberitaan yang mencerahkan,” tegas Haris usai deklarasi, Minggu, 31 Agustus 2025.
Haris sendiri merupakan alumni Muhammadiyah tahun 2006, Prodi Pertambangan Fakultas Teknik.
Penunjukan ini menegaskan kiprah NTBSatu sebagai media lokal yang lahir dari kader Muhammadiyah, dan konsisten mengawal isu-isu literasi, pendidikan, serta dakwah kemajuan di NTB.
Lebih jauh, ia berharap aliansi ini dapat menjadi wadah yang menaungi para jurnalis sekaligus memberi ruang belajar bagi pengurus maupun insan pers secara umum.
Haris juga menyoroti fakta, lebih dari 80 persen jurnalis di NTB belum mengantongi sertifikat uji kompetensi wartawan. Karena itu, ia berharap kehadiran aliansi ini mampu memperkuat profesionalisme sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis di daerah.
Wadah Silaturahmi Alumni Muhammadiyah
Sementara Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Yusron Saudi menyebut, deklarasi AJM berlangsung dalam rangkaian Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah NTB di Mataram.
Acara ini menjadi ajang memperkuat budaya membaca, menulis, dan mendokumentasikan pemikiran Muhammadiyah. Sekaligus upaya menuliskan sejarah Muhammadiyah di Pulau Lombok dan Sumbawa.
“Sejarah Muhammadiyah masih tercecer, sangat minim informasi. Padahal dinamika kita sejak tahun 1930 sudah luar biasa,” ujarnya.
Sejak awal berdiri pada tahun 1912, Muhammadiyah memberi perhatian besar terhadap literasi. Melalui Majelis Pustaka pada 1920, organisasi ini mendorong budaya membaca, menulis, dan dokumentasi pemikiran sebagai sarana dakwah.
Dalam festival kali ini, juga dilakukan penyerahan buku Media dan Islam Berkemajuan sebagai simbol komitmen gerakan literasi Muhammadiyah.
Ada empat agenda utama festival yaitu mengumpulkan insan pers Muhammadiyah menulis ulang sejarah Muhammadiyah di NTB. Kemudian, mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah Muhammadiyah, seperti Labuhan Haji (1930) dan Kuningan di Cakranegara, Kota Mataram dan deklarasi pembentukan AJM.
Dari agenda tersebut, ditargetkan lahir tiga output utama, yaitu buku sejarah Muhammadiyah NTB, dokumentasi heritage, serta terbentuknya Aliansi Jurnalis Muhammadiyah.
“AJM NTB ini yang pertama kali berdiri di luar Pulau Jawa. Kami juga berharap ini sebagai tali asih, penyambung silaturahmi bagi alumni Muhammadiyah,” tukas Yusron. (*)