Cara Mematikan Peluru Gas Air Mata dalam 5 Detik

Mataram (NTBSatu) – Aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini di berbagai daerah Indonesia, kerap diwarnai penggunaan gas air mata oleh aparat keamanan.
Situasi tersebut membuat massa mencari cara cepat untuk meminimalisir dampak gas beracun, yang menyengat mata dan saluran pernapasan.
Sebuah visual yang beredar di media sosial, memperlihatkan langkah praktis memadamkan peluru gas air mata hanya dalam hitungan lima detik.
Dalam video itu, demonstran terlihat menggunakan perlengkapan sederhana untuk menonaktifkan canister gas air mata yang masih aktif.
Langkah pertama, massa wajib memakai pakaian tertutup dan sarung tangan tebal, lengkap dengan helm dan masker anti gas beracun.
Hal ini penting karena tabung atau pelurunya memiliki suhu lebih dari 350 derajat fahrenheit, akibat pembakaran bahan kimia di dalamnya. Tanpa perlindungan, tangan bisa terbakar serius ketika menyentuh tabung tersebut.
Langkah kedua, segera masukkan tabung gas ke dalam kantong tahan air yang berisi air. Kontak langsung dengan air membuat proses pembakaran berhenti dan menghentikan pelepasan gas beracun.
Cara ini dinilai efektif dan cepat untuk mengurangi penyebaran asap di tengah kerumunan massa.
Belakangan, cara memadamkan gas air mata ini menjadi perbincangan di tengah maraknya demonstrasi mahasiswa dan buruh yang menolak berbagai kebijakan pemerintah.
Di beberapa titik aksi, massa terlihat menggunakan botol air, ember, hingga kantong plastik berisi cairan untuk meredam dampak gas air mata.
Banyak yang menilai, fenomena ini menunjukkan tingkat adaptasi dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi situasi represif.
Namun, mereka juga mengingatkan risiko tinggi dalam praktik tersebut. Sebab, demonstran harus berhadapan langsung dengan benda panas dan aparat di lapangan. (*)