Didanai Bank Dunia, Kota Mataram Bangun Sistem Air Limbah Modern Rp800 Miliar

Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram bersiap membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL DT). Pembangunan ini menjadi solusi modern untuk mengatasi pencemaran lingkungan.
Proyek besar ini mendapat dukungan penuh dari Bank Dunia, dengan pendanaan tahap pertama mencapai Rp 800 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, proyek ini akan memasuki tahap eksekusi fisik pada tahun 2026.
“Untuk tahun depan sudah bisa mulai eksekusi. Targetnya penandatanganan kontrak proyek fisik pada Maret 2026,” ujarnya, Rabu, 20 Agustus 2025.
Dana Rp800 miliar dari Bank Dunia terbagi untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rp400 miliar, dan jaringan pipa senilai Rp400 miliar.
Menurut Lale, proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Pusat bersama Bank Dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
SPAL DT dirancang agar limbah rumah tangga langsung dialirkan dari septic tank warga ke jaringan pipa menuju IPAL, tanpa perlu penyedotan berkala. Lewat sistem ini, air tanah, sungai, dan sumber mata air akan lebih terlindungi dari pencemaran.
Tahap pertama pembangunan akan berfokus pada wilayah barat Kota Mataram, seperti Bintaro, Dayan Peken, Ampenan Utara, Ampenan Selatan, Tanjung Karang, dan Tanjung Karang Permai. Selanjutnya, proyek akan berlanjut secara bertahap hingga mencakup seluruh Kota Mataram.
“Untuk lahan IPAL sudah disiapkan, dan kapasitasnya mampu menampung seluruh limbah domestik se-Kota Mataram,” pungkas Lale. (*)