Akademisi UIN Mataram Soroti Komentar Warganet Kasus Suami Cekik Istrinya hingga Meninggal: Tidak Ada Empati!

Mataram (NTBSatu) – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Atun Wardatun, M.Ag., M.A., Ph.D., menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap respons warganet dalam kasus suami yang mencekik istrinya hingga meninggal di Lombok Tengah karena alasan cemburu.
Menurutnya, pernyataan publik yang tersebar luas di media sosial menunjukkan kurangnya empati serta lemahnya pemahaman publik terhadap isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Prof. Atun menyoroti banyak komentar yang justru menyudutkan korban, seperti “Padahal cantik, kok suaminya tega?”.
Komentar seperti ini ia anggap tidak relevan dan menyakitkan. Prof. Atun mempertanyakan logika di balik pernyataan tersebut.
“Memang kalau jelek, boleh tega untuk membunuh? Apakah jika seorang istri berpenampilan tidak menarik, suaminya boleh bersikap kejam?,” jelas Prof. Atun kepada NTBSatu, Senin, 4 Agustus 2025
Selain itu, jika seorang perempuan sudah dinikahi, bukankah itu berarti sang suami menerima segala kelebihan dan kekurangannya.
Komentar lain yang menyalahkan korban, seperti “Salah sendiri selingkuh” juga menuai kecaman.
Sebut Publik Tidak Boleh Menghakimi
Prof. Atun menegaskan, publik tidak boleh menghakimi tanpa bukti yang jelas. Dalam kasus ini, sang istri baru dicurigai berdasarkan isi pesan di ponselnya, namun reaksi sang suami langsung mengarah pada tindakan pembunuhan.
“Emang sudah jelas selingkuh? Baru saja perempuan ‘dicurigai’ dari isi hp, balasannya sudah langsung bunuh,” ucapnya.
Prof. Atun menyebutkan, hal Ini mencerminkan kegagalan dalam menyelesaikan masalah secara dewasa dan rasional.