ADVERTORIALEvent

Seni, Musik, dan Pemberdayaan Perempuan di Senggigi Art Serenade 2025

Mataram (NTBSatu) – Sudamala Resort, Senggigi mempersembahkan Senggigi Art Serenade – A Celebration of Art, sebuah malam penuh ekspresi artistik dan musik live pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 16.30 Wita.

Acara ini mengundang pecinta seni, penggemar budaya, dan komunitas kreatif lokal untuk menikmati perpaduan pameran lukisan, musik, dan suasana hangat khas Senggigi.

Sorotan utama acara adalah pameran karya Ni Wayan Sutariyani. Ia merupakan seniman ternama kelahiran Bali yang dikenal melalui penggambaran tulus tentang sosok ibu, kehidupan sehari-hari, dan perempuan Indonesia.

Karya-karyanya memadukan kesederhanaan dengan kedalaman emosi, menciptakan narasi visual yang menyentuh lintas generasi.

Salah satu karyanya yang dipamerkan, “Crazy Colorfull Love”. Karya tersebut terinspirasi dari keberanian perempuan yang jujur terhadap dirinya sendiri dan tidak takut menyuarakan apa pun.

IKLAN

“Karya saya terinspirasi dari kekuatan perempuan dalam keseharian. Saya berharap siapa pun yang melihat lukisan saya dapat merasakan kedekatan dengan pengalaman, keluarga, dan sejarah mereka sendiri,” ungkap Ni Wayan Sutariyani.

Menambah kehangatan malam, Tantowi Yahya, penyanyi legendaris dan mantan Duta Besar sekaligus ikon budaya Indonesia, akan tampil membawakan lagu-lagu penuh jiwa dengan nuansa intim khasnya.

“Bagi saya, seni dan musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan orang. Senggigi punya potensi besar untuk hidup kembali melalui acara seperti ini,” ujar Tantowi Yahya.

Pameran Dibuka untuk Umum

Berlokasi di lingkungan elegan Sudamala Resort, Senggigi, acara ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan Sudamala dalam mendukung seni dan budaya Indonesia melalui pameran dan kegiatan kreatif yang dikurasi secara cermat.

Pameran akan tetap dibuka untuk umum hingga 31 Oktober 2025.

IKLAN

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda yang turut hadir mengapresiasi pameran ini, terutama karena mengangkat tema perempuan.

“Fakta mirisnya, NTB menjadi provinsi nomor dua dengan tingkat kekerasan pada perempuan dan anak tertinggi di Indonesia. Lukisan-lukisan seperti ini dapat menjadi sarana pemberdayaan perempuan, sekaligus membuka ruang dialog yang sehat,” ujarnya.

Isvie juga menilai, kegiatan ini memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali Senggigi yang selama ini kerap disebut ‘mati suri’.

“Melalui seni, kita bisa mempromosikan NTB, khususnya Senggigi, agar kembali menjadi destinasi unggulan. Senggigi memiliki sejarah pariwisata yang panjang, pantai yang memukau, dan daya tarik budaya yang mampu menarik wisatawan mancanegara maupun domestik. Event seperti ini bisa menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali kejayaan itu,” tutupnya (*)

Berita Terkait

Back to top button