Olahraga

Fornas VIII 2025, Tuan Rumah NTB Hanya Posisi 7

Mataram (NTBSatu) – Penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB 2025 telah berakhir.

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menutup langsung event dua tahunan ini. Hadir juga, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo. Juga Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Penutupan Fornas VIII berlangsung meriah di Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram. Dimeriahkan band papan atas, Slank. Serta, sejumlah penyanyi lokal.

Tumpah ruah, ribuan penonton hadir meramaikan acara penutupan. Iringan lagu-lagu Slank mengakhiri penutupan acara.

Seluruh rangkaian lomba Fornas VIII NTB 2025 telah berakhir. Provinsi NTB harus puas berada di urutan ketujuh dengan raihan medali 234. Rinciannya, 56 emas, 80 perak, dan 98 medali perunggu.

IKLAN

Juara umum Fornas VIII adalah Provinsi Jawa Barat. Sekaligus menempati posisi pertama dengan koleksi medali sebanyak 257. Rinciannya, 99 emas, 77 perak, dan 81 perunggu.

Daftar 10 Besar Fornas VIII NTB 2025

  1. Jawab Barat: 257 medali;
  2. Jawa Timur: 252 medali;
  3. DKI Jakarata: 245 medali;
  4. Kalimantan Timur: 210 medali;
  5. Jawa Tengah: 210 medali;
  6. Kalimantan Selatan: 162 medali;
  7. NTB: 234 medali;
  8. Sumatera Selatan: 136 medali;
  9. Banten: 110 medali;
  10. DI Yogykarta: 58 medali.

Pada acara penutupan itu, Menpora Dito menyampaikan, kesuksesan NTB menjadi tuan rumah event ribuan peserta dari seluruh Indonesia ini berbuah manis dengan datangnya sinyal dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

“Kami betah dan membuat kami rindu. InsyaAllah PON 2028 tetap di NTB. Kami akan mendukung fasilitas dan lainnya,” ujar Dito.

Pernyataan ini seolah menjadi jawaban atas keyakinan yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Iqbal.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Presiden. NTB siap menerima amanah PON 2028,” tegas Gubernur Iqbal.

IKLAN

Menurut Iqbal, pengalaman mengelola Fornas VIII yang memiliki waktu persiapan sangat singkat, yaitu hanya tiga bulan lebih menjadi proses pembelajaran yang luar biasa bagi seluruh stakeholder di NTB.

“Hal ini menjadi modal utama untuk menyambut PON 2028, yang persiapannya membutuhkan waktu lebih panjang dan matang,” tandas Iqbal. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button