Pemerintahan

215 PMI asal NTB Dikirim ke Malaysia Tanpa Biaya

Mataram (NTBSatu) – Sebanyak 215 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB dikirim ke Malaysia Barat, melalui program perekrutan tanpa biaya (zero cost).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal melepas langsung keberangkatan ratusan PMI itu di Mataram, Selasa, 29 Juli 2025.

Iqbal menyampaikan, program ini menjadi terobosan penting dalam upaya mengurangi beban calon PMI. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka dengan memastikan keberangkatan yang aman, legal, dan bebas dari praktik percaloan atau pungutan liar.

“Merantau itu adalah sebuah keputusan yang tidak mudah, hanya orang-orang berani yang sanggup untuk merantau,” ujarnya.

Ia mengingatkan, keberangkatan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses perubahan. Gubernur menekankan pentingnya membawa pulang hasil perjuangan, tidak hanya perubahan fisik.

IKLAN

Selanjutnya, Gubernur mendorong para PMI untuk menggunakan pendapatan yang mereka hasilkan selama kontrak kerja untuk berinvestasi demi masa depan.

“Perjuangan hanya 2 tahun, kontrak pertamakan dua tahun, pastikan dalam 2 tahun ini ada sesuatu yang berubah dalam hidupmu,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memberikan perlindungan menyeluruh. Tidak hanya bagi PMI yang bekerja di luar negeri, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan.

“Kewajiban perlindungan itu, bukan hanya melindungi TKI-nya, tapi melindungi keluarga yang ditinggalkan, anak-anaknya kita pastikan sekolah,” jelasnya.

Rancang Skema Pinjaman Pemberangkatan PMI

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini mengatakan, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan. Tujuannya merancang skema pinjaman tanpa bunga guna mendukung pembiayaan keberangkatan PMI. Selain itu, upaya edukasi pengelolaan keuangan juga akan diperkuat.

IKLAN

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SD Guthrie, perusahaan yang selama 10 tahun terakhir melakukan perekrutan langsung di Lombok dan menjadi pelopor implementasi program zero cost di NTB. Ia berharap, praktik baik ini dapat perusahaan-perusahaan lainnya ikuti.

Iqbal menitipkan para PMI kepada pihak perusahaan, sembari berpesan agar para pekerja menunjukkan sikap disiplin, menjaga etika, dan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga di rumah.

“Kita ingin supaya urusan TKI ini menjadi lebih baik. NTB adalah pengirim TKI terbesar ketiga atau keempat di Indonesia. Mudah-mudahan jumlah yang besar itu, TKI yang setelah menjadi TKI, berubah hidupnya menjadi lebih baik. Mudah-mudahan besar TKI-nya, besar berkahnya, besar manfaatnya,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Back to top button