Mataram (NTBSatu) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soroti isu dugaan jual beli jabatan melibatkan calo di Pemprov NTB.
Mencuat kabar isu sejumlah oknum mengaku dapat memuluskan jabatan di Pemprov NTB. Demi meyakinkan korban, oknum tersebut menampilkan foto bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.
Bahkan Iqbal merespons serius kabar yang sampai ke dirinya itu. Gubernur NTB 2025-2030 ini bahkan mengeluarkan ancaman pidana bagi pelaku. Siapapun itu.
“Tapi bagusnya, Pak Iqbal langsung bersikap setelah mendengar isu tersebut. Kan kasus yang sama juga pendidikan, jangan sampai pendidikan di NTB bermasalah,” kata Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, KPK, Dian Patria, Kamis, 27 Februari 2025.
Dian menegaskan, apabila ditemukan adanya pejabat yang melakukan praktik tersebut, maka akan ditindak tegas sesuai domain lembaga di pemerintah daerah, tapi tidak menutup kemungkinan jadi agenda penindakan pihaknya.
“Ini jangan lah coba-coba lagi, nanti kalau ketahuan siap-siap saja,” ujar Dian, saat berkunjung di Mataram, Kamis, 27 Februari 2025.
Contoh Kasus di Klaten
Fenomena jual beli jabatan ini pernah jadi atensi KPK di Klaten Jawa Tengah pada 2016 lalu. Kasus ini melibatkan pejabat hingga kepala daerah terkait ijon jabatan kepala sekolah.
Praktik jual beli jabatan di lembaga pemerintahan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sehingga Dian meminta kepada masyarakat termasuk pimpinan untuk mengambil langkah tegas apabila menemukan adanya oknum jual beli jabatan.
“Kejadian tersebut kita harapkan menjadi peringatan bagi banyak pihak agar tidak terlibat dalam praktik yang bisa merusak sistem pendidikan,” tutur Dian.
Menurut Dian, kasus jual beli jabatan merupakan tindakan yang merugikan. Tidak mencerminkan kompetensi dan integritas ASN. Sehingga, bisa mengganggu kualitas pelayanan publik.
“Lagipula kalau sudah jual-beli jabatan berarti sudah menunjukkan tidak kompetennya ASN tersebut. Karena tidak mau bersaing secara sehat,” ucapnya.
Gubernur Sampaikan Ancaman
Sebelumnya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mendapat laporan adanya sejumlah oknum mengaku dapat memuluskan jabatan di Pemprov NTB. Untuk meyakinkan orang, ia pun menampilkan foto bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Tak sekadar jabatan di Pemprov NTB. Sejumlah oknum ini pun menjanjikan jabatan kepala sekolah di sejumlah daerah. Terkait bergentayangannya calo jabatan ini, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengancam akan membawa ke ranah hukum oknum tersebut.
“Sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa keluarga dan tim inti saya adalah orang-orang yang paling ingin melihat saya segera menerapkan meritokrasi di Pemprov,” katanya, kemarin.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini menegaskan, bila ada orang-orang yang mengaku keluarga dan tim menjual jabatan atas nama dirinya, termasuk jabatan kepala sekolah, ia meminta masyarakat tidak percaya.
“Laporkan ke kami dengan bukti lengkap, karena saya akan pidanakan atas dasar pencemaran nama baik,” tegasnya.
Sementara adanya oknum yang menunjukkan foto bersamanya untuk kepentingan individu atau golongan tertentu, Iqbal mengaku tidak mengetahuinya. Sebab, selama ini tidak pernah menolak ketika diajak foto oleh siapapun. Jadi, hal yang lumrah banyak fotonya bersama banyak orang.
“Saya foto dengan semua orang, termasuk dengan orang yang tidak mendukung saya,” pungkasnya. (*)