Olahraga

Sepi Penonton, Sirkuit Mandalika Tidak Lagi Jadi Tuan Rumah ARRC 2026

Lombok Tengah (NTBSatu) – Ajang perhelatan motor se-Asia, Asia Road Racing Championship (ARRC) dipastikan absen di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada musim 2026.

Keputusan ini berdasarkan keputusan dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Two Wheels Motor Racing (TWMR), setelah melakukan evaluasi terhadap nilai tambah dan keberlanjutan ajang tersebut.

Vice President Corporate Secretary ITDC, I Gusti Ngurah Agung Dwipramana membenarkan hal tersebut. “Keputusan ini berdasarkan hasil peninjauan berkala demi memastikan setiap penyelenggaraan event selaras dengan arah pengembangan kawasan, serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pihak,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Pencoretan ARRC dari kalender balap Sirkuit Mandalika akibat rendahnya tingkat antusiasme publik. Dari hasil evaluasi, animo penonton terhadap ARRC dinilai masih terbatas.

Bagi pengelola maupun sponsor, kondisi ini tidak mendukung terciptanya keberlanjutan penyelenggaraan acara secara optimal. Langkah ini menjadi tanda pergeseran strategi ITDC dalam mengelola sirkuit kebanggan Indonesia.

Kini, fokus beralih pada acara internasional dengan basis massa yang lebih besar, sekaligus potensi efek ekonomi bagi masyarakat lokal. ITDC menegaskan, jika Sirkuit Mandalika akan tetap menjadi destinasi utama pada ajang olahraga otomotif dunia, meski kehilangan ARRC.

Guna memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai kawasan sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination, beberapa agenda besar masih tetap ITDC pertahankan. Beberapa ajang internasional yang akan tetap berlangsung di antaranya, MotoGP dan GT World Challenge Asia.

Meski tidak ada kerja sama untuk tahun 2026, pihak ITDC menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan TWMR selama ini. Sesuai dengan dinamika strategi masing-masing, keduanya masih membuka peluang untuk menjalin kemitraan kembali di masa depan.

Keputusan ini menandakan Sirkuit Mandalika mulai memasuki fase baru dengan mengedepankan efisiensi operasional dan selektivitas terhadap dampak ekonomi jangka panjang. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button