Kasus Kematian Ibu di Sumbawa Awal 2026 Sudah Sama dengan Angka Sepanjang 2025
Penyebab Utama Kematian Ibu
Menurut dr. Abadi, salah satu faktor utama penyebab kematian ibu masih berkaitan dengan rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak masa calon pengantin, kehamilan, hingga persalinan.
“Masih ada ibu hamil yang tidak pernah memeriksakan kesehatannya sejak awal kehamilan. Padahal pemeriksaan rutin sangat penting untuk mendeteksi risiko komplikasi,” jelasnya.
Selain itu, faktor usia kehamilan juga turut berkontribusi terhadap tingginya risiko kematian ibu. Ia menilai, kehamilan pada usia di atas 36 tahun memiliki potensi komplikasi lebih besar dari usia reproduksi ideal.
Tak hanya faktor medis, persoalan geografis dan akses layanan kesehatan juga menjadi tantangan serius di wilayah kepulauan. Salah satunya terjadi di Pulau Medang, di mana proses rujukan pasien terkendala kondisi cuaca ekstrem.
“Pernah ada kasus rujukan dari Pulau Medang. Saat dirujuk malam hari, hujan dan ombak besar membuat perjalanan menuju rumah sakit memakan waktu lama. Sehingga, penanganan pasien terlambat,” terangnya.
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Sumbawa memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas melalui pelatihan intensif. Tahun ini, fokus diarahkan pada program On Job Training (OJT) dengan menempatkan tenaga medis magang langsung di rumah sakit rujukan.
“Kami ingin tenaga kesehatan tidak hanya memahami teori, tetapi memiliki pengalaman langsung menangani pasien dengan kondisi gawat darurat,” tambahnya.
Dinas Kesehatan berharap, langkah peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penguatan sistem rujukan dapat menekan risiko kematian ibu. Sekaligus, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sumbawa. (Marwah)



