“Nyelamet Dowong”, Cara Warga Lombok Timur Wujudkan Swasembada Pangan Berbasis Adat
Rasa Syukur Warga
Selain itu, air suci dari mata air Merta Sari dialirkan ke sawah untuk menghanyutkan hama yang telah mati, sekaligus sebagai simbol penyucian dan harapan akan hasil panen yang melimpah.
“Intinya, upacara adat ini merupakan bentuk rasa syukur dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hasil panen melimpah. Harapannya, cita-cita swasembada pangan bisa benar-benar tercapai,” tambah Lalu Selamet.
Antusiasme warga juga terlihat dari partisipasi swadaya masyarakat. Salah seorang warga, Muslihin mengaku dengan sukarela menyediakan aneka makanan dan buah-buahan untuk disantap bersama.
“Kami di sini menyiapkan semua secara swadaya untuk dinikmati bersama. Semoga setelah doa dalam Nyelamet Dowong ini, hasil panen kami semakin berlimpah,” ujarnya.
Tradisi “Nyelamet Dowong: tidak hanya menjadi warisan budaya Sasak, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lombok Timur dalam menjaga lingkungan, pertanian berkelanjutan, dan ketahanan pangan berbasis nilai-nilai adat. (*)



