Tekan Biaya dan Jaga Kualitas Ternak, Sumbawa Optimalkan Jalur Tol Laut
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa mengimbau para pengusaha ternak lokal untuk mengoptimalkan penggunaan Tol Laut sebagai jalur utama pengiriman ternak ke luar daerah. Selain efisiensi biaya, modal transportasi ini diklaim jauh lebih menjamin kesejahteraan hewan (animal welfare) selama perjalanan.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, drh. Rini Handayani, mengungkapkan, berdasarkan analisis ekonomi, pengiriman melalui Tol Laut memberikan keuntungan lebih bagi pengusaha daripada kapal kayu konvensional.
”Kalau hitung-hitungan kami, pengiriman menggunakan kapal kayu ke Kalimantan Selatan itu mencapai Rp500 ribu per ekor. Sementara dengan Tol Laut, hanya sekitar Rp408 ribu saja. Itu sudah plus asuransi dan pendampingan dokter hewan,” ungkap drh. Rini kepada NTBSatu, Sabtu, 31 Januari 2026.
Ia menjelaskan, selisih biaya sekitar Rp92 ribu per ekor tersebut belum termasuk subsidi sandar yang pemerintah berikan. “Belum lagi nanti ada subsidi sandar kapal sekitar Rp32 ribu. Jadi secara operasional jelas lebih murah, mudah, dan cepat,” tambahnya.
drh. Rini memaparkan pengiriman menggunakan truk melalui jalur darat seringkali memicu stres pada ternak karena kondisi perjalanan yang berat.
”Kalau pakai truk, ternak bisa lima hari berdiri terus, makan dan minum pun sekadarnya. Tapi kalau Tol Laut, ternak bisa sambil tiduran. Istilahnya itu ‘hotel’ bagi mereka, sehingga kualitas ternak saat sampai di tujuan tetap bagus,” tegasnya.
Masih Terkendala Kuota Muatan dan Penjadwalan
Namun, Ia mengakui, pemanfaatan Tol Laut di Sumbawa masih terkendala masalah pemenuhan kuota muatan dan penjadwalan. Kapasitas kapal yang besar mengharuskan pengusaha bergerak secara kolektif melalui wadah asosiasi.
”Kami minta teman-teman pengusaha mengaktifkan asosiasinya. Kalau sendiri-sendiri mungkin hanya mampu 30-40 ekor, tapi kalau bersatu dalam asosiasi, kuota 230 hingga 250 ekor per kapal bisa terpenuhi,” jelas drh. Rini.
Ia menambahkan, pada Oktober dan Desember 2025 lalu, Pelabuhan Badas sudah mulai melakukan pemuatan meski jumlahnya belum maksimal. Pihak Disnakeswan pun berharap komitmen pengusaha dalam penjadwalan agar kuota yang tersedia tidak diambil oleh daerah lain.
sebagai informasi, Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, sebelumnya telah meresmikan peluncuran perdana pengiriman ternak sapi menggunakan Kapal Khusus Ternak Cemara Nusantara 3 di Pelabuhan Badas pada 17 Desember 2025 lalu.
Pada pelayaran perdana tersebut, kapal mengangkut sekitar 100 ekor bibit sapi Bali dan Sumbawa. Meski masih di bawah kapasitas maksimal 600 ekor, Wabup Ansori menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan volume pengiriman.
“Kalau stok ada, pengiriman kita tingkatkan. Jangan setengah-setengah,” tegas Wabup Ansori.
Menurutnya, pengiriman melalui Tol Laut merupakan strategi jangka panjang untuk memperluas sumber pendapatan daerah dan mempercepat perputaran ekonomi di tingkat peternak.
“Semakin sering pengiriman, semakin besar transaksi, dan dampaknya langsung terasa pada PAD serta kesejahteraan masyarakat peternak kita di Sumbawa,” tegasnya. (*)



