Puting Beliung Terjang Mataram: 11 Pohon Tumbang, Atap Rusunawa Bintaro Rusak Berat
Mataram (NTBSatu) – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang melanda Kota Mataram pada Selasa, 20 Januari 2026.
Peristiwa ini menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi dengan dampak paling signifikan terjadi di Rusunawa Bintaro, Kecamatan Ampenan.
Angin puting beliung merusak berat bagian atap bangunan hunian tersebut. Sementara itu, pohon tumbang terjadi di 11 titik berbeda di wilayah kota.
Plt. Kepala BPBD Kota Mataram, Akhmad Muzaki mengatakan, cuaca ekstrem mulai terpantau sejak pukul 04.00 Wita dan berlangsung hingga sore hari.
Kondisi ini menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan utama, kawasan permukiman. Serta, fasilitas umum di Kecamatan Ampenan, Selaparang, Cakranegara, dan Sekarbela.
“Angin kencang disertai hujan lebat memicu pohon tumbang di 11 lokasi, serta satu kejadian angin puting beliung yang merusak berat atap Rusunawa Bintaro,” ujar Akhmad Muzaki, Rabu, 21 Januari 2026.
Selain kerusakan berat pada Rusunawa Bintaro, BPBD Kota Mataram mencatat tiga unit rumah warga mengalami rusak ringan.
Dampak lain meliputi kerusakan pada kontainer pedagang kaki lima, gazebo Tabako, serta fasilitas penerangan jalan berupa lampu gawang. Kerusakan tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas di beberapa titik.
Delapan KK Terdampak
Dari sisi sosial, tercatat delapan Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh kejadian ini. Tiga KK terpaksa mengungsi karena kondisi tempat tinggal dinilai tidak aman untuk dihuni. Hingga laporan ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa cuaca ekstrem tersebut.
Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kota Mataram melalui Pusdalops-PB mengerahkan Tim TRC-PB Regu 1 dan Regu 2 untuk melakukan asesmen cepat, pemotongan pohon tumbang, serta pembersihan material di lokasi kejadian. Upaya penanganan turut melibatkan unsur TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, PLN, pemerintah kelurahan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Kondisi saat ini sudah terkendali. Seluruh pohon tumbang telah ditangani dan akses jalan kembali normal. Sementara, perbaikan atap Rusunawa dan fasilitas lainnya masih dalam proses,” kata Akhmad Muzaki.
BPBD Kota Mataram juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 26 Januari 2026.
“Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui Pusdalops-PB BPBD Kota Mataram,” tutupnya. (*)



