Gelar Kolaborasi Internasional Multikultural, STKIP Taman Siswa Bima Perkenalkan Budaya Lokal di Forum Global
Bima (NTBSatu) – STKIP Taman Siswa (Tamsis) Bima, kembali mempertegas visinya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal.
Bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), Tamsis menggelar kolaborasi internasional multikultural yang dikemas tidak hanya melalui forum akademik, tetapi juga pertunjukan seni dan budaya, yang dihadiri tamu dari tiga benua.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud keseriusan Tamsis mengambil peran strategis dalam percaturan global.
Ia menyampaikan, STKIP Taman Siswa Bima bersama Ummat menjadi perguruan tinggi di Pulau Sumbawa yang berani dan konsisten menghadirkan tamu internasional dalam jumlah signifikan.
“Tamsis ingin menegaskan bahwa good news is good news. Kami memilih menyebarkan kabar baik melalui kerja nyata,” ujar Ibnu Khaldun.
Ia juga menyampaikan pesan transformasi melalui ungkapan lokal su’u sawa’u, sia sawale, yang dimaknainya sebagai ajakan untuk terus berjuang demi kebaikan bersama.

Menurutnya, jalan internasionalisasi yang dibuka Tamsis bukan hanya untuk institusinya sendiri, melainkan untuk semua pihak yang ingin tumbuh dan terhubung secara global.
Melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), Tamsis berkomitmen menjembatani civitas akademika dan mitra dalam membangun jejaring internasional.
Pada kesempatan tersebut, Ibnu Khaldun juga mengumumkan rencana pengiriman tujuh mahasiswa dan dosen STKIP Taman Siswa Bima untuk mengikuti program KKN internasional di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Sementara itu, Kepala KUI Ummat, Asbah, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan kesungguhan STKIP Taman Siswa Bima.
Ia menilai, banyak gagasan yang sebelumnya kerap didiskusikan di Tamsis Hub akhirnya terwujud dalam kegiatan nyata berskala internasional.
“Kegiatan ini di luar dugaan, tetapi persiapan Tamsis sangat luar biasa. Ke depan, kami mendorong agar kegiatan seperti ini terus dikembangkan secara lintas multisektoral menuju transformative university,” ujarnya.

Rangkaian acara semakin semarak dengan performance art yang menampilkan kekayaan budaya lokal Bima. Penampilan diawali tari dan musik tradisional oleh UKM Seni Terompet STKIP Taman Siswa Bima, dilanjutkan Teater Mbojo oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Penampilan tari juga ditampilkan oleh siswa SMAN 2 Kota Bima, SMA Swasta KAE, serta pertunjukan budaya dari mahasiswa asing peserta GCIIP. Selain itu, turut tampil SD IT Cendekia Kabupaten Bima, serta kolaborasi seni dari berbagai unsur pendidikan dan pesantren.
Hadir pula guru seni dan siswa penari SMAN 1 Kota Bima, guru seni dan siswa penari SMAN 1 Woha, guru dan siswa SMA KAE, santri Pondok Tahfiz Al-Wafa Woha, ustaz dan santri Pondok Tahfidz As-Siddiqiyah Kota Bima, serta puluhan guru dan siswa SDN 5 Kota Bima.
Sejumlah penampilan khas daerah seperti Tari Sere, Lojo Nggengge, Gambus, pembacaan puisi mengenang perjuangan pendiri kampus, hingga kolaborasi angklung dan lagu daerah Bima berhasil mencuri perhatian peserta. Acara juga diselingi pemutaran video kepahlawanan Sultan Muhammad Salahuddin, yang memperkuat pesan sejarah, identitas, dan kebanggaan lokal dalam forum internasional.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh MC Ahyar dan Rusdiyanti, yang tampil komunikatif dan energik, sehingga acara berlangsung tertib, hangat, dan berkesan.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama mahasiswa asing peserta GCIIP, yang menyampaikan kesan positif atas pengalaman interaksi budaya dan akademik di Bima.
Rangkaian acara ini menjadi penegasan komitmen STKIP Taman Siswa Bima dalam memadukan kekuatan akademik, budaya lokal, dan jejaring global sebagai bagian dari gerak internasionalisasi pendidikan tinggi dari daerah. (*)



