Mahasiswa Internasional Ikut Upacara, Sekolah Menengah di Bima–Woha Rasakan Atmosfer Global
Bima (NTBSatu) – SMAN 1 Kota Bima, SMAN 1 Woha, dan SMA Kae Woha menjadi saksi hadirnya kolaborasi pendidikan lintas negara. Suasana itu terasa melalui kunjungan pimpinan dan dosen STKIP Taman Siswa Bima dan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat), bersama 20 mahasiswa internasional dari Bangladesh, Tingkok, Ghana, Nigerasi, Sudan, dan Yaman pada Senin, 12 Januari 2026.
Kegiatan berawal di SMAN 1 Kota Bima melalui upacara bendera yang pimpinan sekolah, guru, serta seluruh siswa ikuti. Bagi STKIP Taman Siswa Bima, momen ini menjadi istimewa karena merupakan ketiga kalinya menjadi pembina upacara.
Namun dengan konsep yang berbeda. Untuk pertama kalinya, upacara bendera dilaksanakan bersama mahasiswa internasional, sekaligus menjadi sekolah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian program internasional tersebut.
Tekankan Pentingnya Pola Pikir Berkembang
Dalam amanatnya, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. H. Ibnu Khaldun, M.Si,m menekankan pentingnya growth mindset bagi generasi muda. Ia mengajak siswa untuk berani bermimpi dan berpikir global.
“Adik-adik harus terus memiliki growth mindset (pola pikir berkembang, red). Lihatlah teman-teman mahasiswa internasional ini, mereka berani datang dan belajar di Indonesia. Dunia hari ini sudah borderless (tanpa batas, red), tidak lagi mengenal batas,” ungkapnya.
Ia menyebut, lehadiran mahasiswa internasional sebagai bukti nyata globalisasi adalah peluang, bukan ancaman. Amanat tersebut diperkuat dengan perkenalan mahasiswa internasional di hadapan peserta upacara. Interaksi awal ini menjadi pemantik keberanian siswa untuk memulai komunikasi lintas budaya.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima dalam amanatnya juga menyampaikan pesan personal kepada siswa. “Saya pernah bersekolah di SMAN 1 Kota Bima. Kita boleh berada di daerah yang jauh dari pusat provinsi, tetapi kita harus memiliki cita-cita yang tinggi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada tahun ini STKIP Taman Siswa Bima akan mengirim dosen dan mahasiswa ke luar negeri. Pada tahun berikutnya akan menyelenggarakan program internasional di Lombok.
Rangkaian kegiatan di SMAN 1 Kota Bima berlanjut dengan dialog interaktif antara siswa dan mahasiswa internasional. Keberanian siswa mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mendapatkan apresiasi, sekaligus menjadi langkah awal mereka memasuki pergaulan internasional.
Perkuat Pergaulan Internasional
Kegiatan kemudian berlanjut ke SMAN 1 Woha dan SMA Kae Woha. Dalam sambutannya di SMAN 1 Woha, Ketua STKIP Taman Siswa Bima kembali menegaskan, ilmu pengetahuan adalah jalan untuk meningkatkan derajat manusia.
“Di mana pun kalian kuliah, lakukanlah, karena dunia sekarang sudah borderless,” pesannya.
Ia juga menyampaikan, STKIP Taman Siswa Bima untuk ketiga kalinya akan memberangkatkan dosen dan mahasiswa mengikuti program internasional.
“Tujuan kami adalah menjembatani dan memperkuat pergaulan internasional. Semoga teman-teman bisa enjoy our international collaboration (nikmati kolaborasi internasional kami, red),” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Ummat, Asbah, M.Hum., juga menyampaikan motivasi serupa. Ia menaruh optimisme besar pada generasi muda.
“Saya percaya, masa depan akan dipimpin oleh anak-anak muda. Suatu saat, adik-adik akan berkawan dengan teman-teman internasional. Kita harus yakin bahwa setiap manusia adalah keajaiban,” tuturnya.
Sambutan penuh haru datang dari perwakilan guru SMAN 1 Woha yang menyebut, kunjungan tersebut sebagai kehormatan dan berkah.
“Ini adalah kali pertama sekolah kami menerima tamu internasional. Saya yakin, setelah kegiatan ini, siswa kami akan berani bermimpi. Suatu hari, anak-anak SMAN 1 Woha akan berada di berbagai belahan dunia, selama mereka memiliki mimpi yang besar,” ungkapnya.
Kegiatan di SMAN 1 Woha ditutup dengan perkenalan dan dialog interaktif antara siswa dan mahasiswa internasional. Suasana hangat dan penuh antusiasme menunjukkan, perjumpaan lintas budaya ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menanamkan keberanian bermimpi dan kesiapan generasi muda Bima–Woha untuk menjadi bagian dari komunitas global. (*)



