ADVERTORIALPendidikan

GIHEF 2026 Tegaskan STKIP Taman Siswa Bima sebagai Pusat Dialog Global Pendidikan Tinggi Interkultural di Bima

Bima (NTBSatu) – Puncak akademik Global Civilization and Intercultural Immersion Program (GCIIP) 2026, hadir pada hari ketiga melalui Global Intercultural Higher Education Forum (GIHEF) 2026.

Sebuah seminar internasional yang menegaskan, posisi STKIP Taman Siswa Bima sebagai ruang strategis dialog global pendidikan tinggi.

Forum ini mengusung tema “Advancing Internationalization through Intercultural Understanding in Higher Education for Meaningful Local and Global Impact”, dan berlangsung secara hibrida di Auditorium Sudirman STKIP Taman Siswa Bima.

Setidaknya 300 mahasiswa internasional dari puluhan negara di tiga benua mengikuti GIHEF 2026 secara daring. Dari jumlah tersebut, 20 peserta internasional hadir secara luring di Auditorium Sudirman.

IKLAN

Berbaur dengan sekitar 400 peserta tatap muka yang terdiri atas civitas perguruan tinggi, siswa SMA, serta guru dari wilayah Bima dan Dompu. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat terhadap isu internasionalisasi pendidikan tinggi yang inklusif dan berakar pada kearifan lokal.

GIHEF 2026 mempertemukan gagasan global dengan praktik lokal, sekaligus menegaskan internasionalisasi pendidikan tinggi tidak harus selalu berangkat dari kota-kota besar. Dari Bima, diskursus global tentang pendidikan interkultural dikembangkan dan didiseminasikan ke berbagai penjuru dunia.

Hadirkan Pembicara Internasional

Forum ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci internasional dan nasional, di antaranya Mr. Abdullah A. Safi (Australian International Center for Training and Education, Melbourne, Australia). Mr. Thomas Harding (Representative Arab Lombok International Friendship, Victoria, Australia), Mr. SK Shahin Hossain (Asian Institute of Technology, Thailand).

Kemudian, Dr. Ravindra Jadhav (K.J. Somaiya College of Arts, Commerce and Science, Kopargaon, Maharashtra State, India). Ida Puspita, S.S., M.A., Res., (Dosen Program Studi Sastra Inggris, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta). Serta, Ika Suciwati, M.TESOL., dari STKIP Taman Siswa Bima.

Selain sesi seminar, GIHEF 2026 juga dirangkaikan dengan seminar paralel yang dilaksanakan secara luring. Dalam sesi ini, sejumlah dosen dan peneliti mempresentasikan hasil riset mereka. Membuka ruang diskusi akademik yang lebih mendalam dan kolaboratif.

Forum internasional ini turut diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), antara Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) dan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Bima–Dompu. Hal tersebut sebagai langkah konkret memperluas jejaring kerja sama akademik dan internasional.

Sebagai bagian integral dari GCIIP 2026, GIHEF tidak berdiri sendiri sebagai agenda ilmiah. Melainkan, menjadi simpul utama dari sebuah immersive intercultural experience.

Program GCIIP yang berlangsung selama lima hari (11–15 Januari 2026) ini mempertemukan mahasiswa dan akademisi dari Yaman, Sudan, Nigeria, Ghana, Bangladesh, Tiongkok, serta berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat, dalam ruang dialog lintas budaya, lintas iman, dan lintas peradaban.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Assoc. Prof. H. Ibnu Khaldun, M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas kehadiran para peserta internasional.

“Kami sangat bangga menerima mahasiswa dari berbagai negara dengan latar budaya dan agama yang beragam. Ini adalah wajah Bima yang ramah, terbuka, dan beradab,” ujarnya saat menyambut peserta di Kampus 2 STKIP Taman Siswa Bima, Minggu, 11 Januari 2026.

Komitmen STKIP Taman Siswa Bima

Ia juga menegaskan komitmen penuh institusi terhadap penyelenggaraan GCIIP 2026. Seluruh rangkaian kegiatan, katanya, STKIP Taman Siswa Bima membiayai sepenuhnya sebagai bentuk keseriusan dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi.

“Bima mungkin daerah kecil, tetapi di dalamnya ada kampus dengan mimpi yang sangat besar,” tegasnya.

Ia memastikan, GCIIP akan kembali berlangsung tahun depan di Mataram, sebagai bagian dari kesinambungan program dan penguatan jejaring global.

Melalui GIHEF 2026, STKIP Taman Siswa Bima dan Ummat tidak hanya menghadirkan forum akademik berskala internasional. Tetapi juga menjadi menjadi pusat inovasi, dialog, dan kolaborasi global dalam membangun pendidikan tinggi yang berkeadaban dan berdampak nyata, baik secara lokal maupun global. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button